Follow

Nostalgia  Menteri Pertanian Dalam Seminar Nasional  CSC 2019

Editor: Wandi Janwar | Minggu, 10 Maret 2019 - 23:56 Wita | 195 Views
Istimewa

Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin (HMK FMIPA Unhas) mengadakan Seminar Nasional Chemistry Smart Challenge (CSC) 2019  di Baruga A.P Pettarani Unhas,  Sabtu (9/3).

Adapun tema dari seminar ini, “Peran Sains dan Teknologi Kimia Dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Demi Tercapainya SDGs 2030”. Acara tersebut menghadirkan Menteri Pertanian  Republik Indonesia (Mentan RI), Dr Ir H A Amran Sulaiman MP sebagai pemateri.

Kehadiran  Amran  di acara ini bukan hanya sebagai Mentan RI, namun juga pengusaha sukses  dari kampus merah. Hal tersebut tercapai berkat kolaborasi ilmu pertanian dan  kimia yang menjadi awal namanya dikenal.

Sebelum membawakan materi, Amran menyempatkan diri berkeliling kampus untuk mengenang kembali perjuangannya saat menjadi mahasiswa. Tak hanya itu, ia juga mendatangi indekosan yang dulu menjadi tempatnya menetap bersama rekan kuliah. Hal tersebut dilakukannya tanpa di dampingi seorang ajudan.

Amran kemudian menceritakan kisah hidupnya saat masih mahasiswa dulu. Menurutnya, saat menjadi mahasiswa ia bukanlah orang terpandang dan hanya terlahir dari keluarga sederhana.

“Mungkin saat ini saya miskin tapi tidak akan mati dalam keadaan miskin,” ucapnya saat membawakan materi seminar.

Melanjutkan ceritanya, Amran mengatakan sangat antusias dengan kegiatan seminar. Ia selalu mencari seminar yang tidak berbayar.

“Di mana ada seminar gratis pasti saya ada di dalamnya, tapi di mana ada seminar berbayar  pasti  saya tidak akan ada,” tuturnya.

Bukan hanya itu, kisahnya kemudian berlanjut ketika ia mengenang masa memilukan yang pernah dirasa. Amran dulunya ingin membeli baju, namun karena tidak memiliki uang akhirnya dia gunakan baju hadiah sabun.

“Baju yang saya gunakan itu adalah baju hadiah sabun,” ucapnya  sambil memperlihatkan  fotonya ketika menggunakan baju tersebut.

Karena terlahir dari kesederhanaan, mampu menghantarkannya menjadi seorang Mentan yang peduli akan penderitaan rakyat. Tak peduli seberapa banyak uang yang dikeluarkan dan seberapa besar resiko yang akan dihadapi,

“Jangankan uang, nyawapun saya relakan untuk rakyat,” ucap Amran yang berhasil membuat ruangan seminar menjadi sorak sorandai.

M08

BACA JUGA