Follow

Penerima Beasiswa Chargill Global Scholars Bagi Pengalaman di Unhas

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 03 Maret 2020 - 12:45 Wita | 85 Views
Para mahasiswa Unhas penerima beasiswa The Chargill Global Scholars Program (CGSP) berbagi pelangaman melalui kegiatan sharing session. Kegiatan tersebut bertempat di Ruangan Kuliah Kerja Nyata, Rabu (4/3).identitas/Nadhira

Para mahasiswa Unhas penerima beasiswa The Chargill Global Scholars Program (CGSP) berbagi pelangaman melalui kegiatan sharing session. Kegiatan tersebut bertempat di Ruangan Kuliah Kerja Nyata, Rabu (4/3).

Kegiatan yang memberikan tips mudah untuk apply beasiswa ini menghadirkan empat pemateri andal di bidangnya. Mereka adalah Muhammad Andri Hidayatullah (Akuntansi Unhas 2015), Angreni Efendi (Akuntansi Unhas 2016), Febriana Ludia (mahasiswa Peternakan Unhas 2017), dan Budiman Teri (mahasiswa Akuntansi Unhas 2016).

Sekadar informasi, beasiswa CGSP merupakan bantuan yang ditujukan untuk mahasiswa S1 dari berbagai negara. Tercatat enam negara, yaitu Brazil, China, India, Indonesia, Russia, dan United States dengan kuota sebanyak sepuluh orang di tiap negaranya.

Budi, salah satu pemateri menyatakan bahwa Unhas menjadi salah satu kampus yang beruntung sehingga berkesempatan untuk apply. “Kita bersyukur di Indonesia Timur ini, Unhas mendapatkan kesempatan untuk apply beasiswa. Tercatat empat angkatan yang menerima beasiswa ini dengan Rahmatullah, mahasiswa Teknik Unhas angkatan 2014 sebagai penerima beasiswa untuk pertama kalinya,” ujarnya.

Ketika disinggung perihal langkah-langkah pendaftaran dan hal yang akan diajukan ketika apply, Budi mengatakan para calon penerima beasiswa kelak melalui tiga tahap.

“Jika berkeinginan mendaftar, kalian kelak melalui tiga tahap. Mereka wajib apply dokumen dengan 12 formulir yang harus diisi rekomendasi dua orang, dan curriculum vitae. Lalu, interview sebagai tahap kedua dan pengumuman di tahap akhirnya,” ujar Budi.

Di sisi lain, para mahasiswa Akuntansi Unhas patut bersyukur. Hal itu dikarenakan dari sepuluh universitas di Indonesia, akuntansi Unhas adalah satu-satunya prodi yang hanya diperbolehkan untuk apply beasiswa. Sementara para mahasiswa akutansi lainnya tidak berkesempatan.

Budi juga menyarankan agar mahasiswa yang tertarik mengikuti beasiswa ini tidak mengisi dan melengkapi berkas mendekati deadline. “Baiknya, kalian jangan melengkapi berkas mendekati tanggal deadline yang jatuh pada tanggal lima bulan Mei. Untuk persoalan sentral sendiri terbagi dua, masalah pribadi dan social issues dengan tema apa saja,” tambahnya.

Untuk rekomendasi, para calon penerima beasiswa bisa mendapatkannya dari siapa saja. Namun, Budi mengharapkan suara rekomendasi ada baiknya didapatkan dari beberapa tokoh penting. Metode rekomendasi dari beasiswa ini sendiri nyatanya mengharuskan para calon untuk menyertakan nama lengkap, titel, email, dan kapan tepatnya mengenal orang yang dimintai rekomendasi tersebut,” jelasnya.

Andri yang juga merupakan salah satu penerima bantuan ini mengaku mendapatkan feedback dari beasiswa CGSP. Ia bahkan menyetujui pendapat Budi bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak ingin terlepas dari masalah.

“Selain bebas dalam segi keuangan, saya juga dapat mengembangkan potensi. Saya kira teman-teman punya masalah sendiri-sendiri, dan betul kata Budi. Tidak ada yang tidak ingin terlepas dari masalah, kita hanya perlu menghayati dan merenungi kembali,” tegasnya.

M19

BACA JUGA