Follow

Penerjemah, Profesi yang Tak Tergantikan oleh Google

Editor: Wandi Janwar | Kamis, 07 Februari 2019 - 22:30 Wita | 139 Views
Warung Perancis Unhas mengadakan diskusi seputar seluk beluk profesi penerjemah, dengan mendatangkan Feybe Irene Mokoginta sebagai pembicara di Gedung Perpustakaan Pusat Unhas, Kamis (7/2). Foto: Fatyan/identitas

Warung Perancis Unhas mengadakan diskusi seputar seluk beluk profesi penerjemah, dengan mendatangkan Feybe Irene Mokoginta sebagai pembicara di Gedung Perpustakaan Pusat Unhas, Kamis (7/2).

Feybe sapaan akrabnya, merupakan seorang penerjemah bahasa Perancis yang berasal dari Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Ia pernah menerjemahkan sebuah novel peraih Nobel Prix Goncourt, berjudul “Pierre de Patience, Singué Sabour” karya Atiq Rahimi.

Dalam diskusi itu, Faybe mengatakan bahwa profesi penerjemah merupakan salah satu pilihan karir terbaik. Pekerjaan tersebut selain mendapat upah besar, juga bisa memperluas wawasan. Menurutnya, untuk menjadi seorang penerjemah yang andal bukanlah hal mudah.

“Seorang penerjemah tidak hanya bertumpu pada satu sumber saja. Kita harus menggunakan wawasan yang dimiliki agar menghasilkan terjemahan yang baik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Alumnus Sastra Perancis Unhas tersebut juga menyampaikan, profesi penerjemah akan selalu dibutuhkan setiap saat. “Walaupun sekarang orang sering menggunakan google translate, tetapi itu tidak bisa menggantikan otak manusia,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Faybe menceritakan tantangan menjadi seorang penerjemah, salah satunya harus siap terikat oleh deadline. “Kita harus siap terikat oleh deadline, sebab orang-orang sering kali membutuhkan naskahnya pada waktu yang tepat,” tutupnya.

M31

BACA JUGA