Follow

Penghormatan Terakhir Prof Radi A Gany di Unhas

Editor: Wandi Janwar | Kamis, 13 Februari 2020 - 19:35 Wita | 626 Views
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, memimpin penghormatan terakhir dan pelepasan terhadap almarhum Prof Dr Ir Radi A. Gany, di Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (12/2). identitas/Santika

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, memimpin penghormatan terakhir dan pelepasan terhadap almarhum Prof Dr Ir Radi A. Gany, di Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (12/2).

Prof Dr Ir Radi A Gany merupakan Rektor Unhas selama dua periode, yakni periode pertama (1997-2001) menggantikan rekrot sebelumnya, Prof Dr Basri Hasanuddin MA. Dia berhasil terpilih kembali menjadi Rektor Unhas untuk periode keduanya pada tahun 2001-2006.

Sebelum menjabat Rektor Unhas, Prof Radi menjadi Bupati Wajo. Selesai masa jabatannya sebagai Bupati, dia kembali menjabat sebagai Pembantu Rektor I Bidang Akademik, mendampingi Prof Basri Hasanuddin di periode keduanya. Begitu Prof Basri menyelesaikan tugasnya, Prof Radi berhasil terpilih sebagai Rektor Unhas.

Pelepasan dan penghormatan terakhir kepada Prof Radi yang dilangsungkan di Lantai Dasar Gedung Rektorat Unhas oleh segenap civitas akademika Unhas, sebelumnya disemayamkan di rumah duka, Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 18 No. 237A. Disalatkan di Masjid An-Nur dekat rumahnya, selepas salat Dzuhur.

Sementara penghormatan terakhir ini, dilakukan sebelum dimakamkan di Pekuburan Unhas Lingkungan Patte’ne Kabupaten Maros. Almarhum mengembuskan nafas terakhir di ruangan ICU Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Kamis (12/2) sekira pukul 02.13 Wita dini hari.

Sebelum Rektor Unhas, Prof Dwia memberi sambutan ucapan pelepasan, terlebih dahulu pembacaan riwayat singkat almarhum oleh Sekretaris Unhas, Prof Dr Ir Nazaruddin Salam MT.

Menurut Rektor Dwia, almarhum Prof Radi semasa hidupnya, merupakan guru besar sekaligus kolega yang baik dan penuh perhatian. “Beliau juga merupakan rektor yang tegas dan disiplin,” ungkapnya.

Prof Dwia tak mampu menahan haru di kala mengenang jasa-jasa almarhum. “Yang dirindukan dari sosok beliau adalah kejenekaannya dan sikap humoris. Saya mendapat info, di saat ulang tahun beliau ke-77, dia masih menyempatkan menorehkan tulisannya,” jelasnya.

Pelepasan almarhum di Unhas ini, disesaki segenap sivitas akademika Unhas. Rombongan pengantar dari Unhas, mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Dar

BACA JUGA