Follow

Penipuan Via WhatsApp Berkedok Dosen Unhas Terjadi Lagi

Editor: Khintan | Minggu, 02 Juni 2019 - 21:46 Wita | 103 Views
Istimewa

Penipuan via sosial media kembali terjadi. Kali ini, penipu berpura-pura menjadi dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, seperti Prof Dr Akbar Tahir, Prof Dr Andi Niartiningsih dan Prof Dr Ir Metusalach. Modus yang penipu gunakan adalah meminjam uang ke beberapa orang mengatasnamakan tiga dosen tersebut.

“Dia (penipu) menggunakan foto saya untuk profile picture nya untuk minta dana kemana-mana,” kata Prof Niar, begitu ia biasa disapa, Minggu (2/6).

Untungnya, belum ada satu pun orang terjebak dengan modus yang penipu gunakan. “Yang konfirmasi ke saya sudah banyak sekali, tapi belum ada yang memberitahu kalau dia jadi korban,” lanjut Niar.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini pencegahan yang ia lakukan antara lain menginformasikan ke semua grup WhatsAppnya agar tidak melayani permintaan penipu tersebut. Niar juga menghubungi BRI Call Center untuk memblokir nomor rekening milik penipu.

Prof Akbar juga telah mengkonfirmasi kejadian penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi beberapa minggu yang lalu.

Kejadian seperti ini bukan hal baru bagi dosen Unhas. Beberapa bulan yang lalu, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fisip, Dr Hasrullah Firdaus, dan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu juga mengalami peristiwa serupa.

Baca juga : https://identitasunhas.com/media-sosial-wakil-dekan-iii-fisip-unhas-dibajak-modus-pinjam-uang/

Akun WhatsApp milik Hasrullah dibajak seseorang. Penipu tersebut meminjam uang sejumlah Rp. 5 juta. Mengetahui hal tersebut, Hasrullah kemudian menyampaikan melalui akun facebooknya agar tidak mempedulikan pesan penipu itu.

Baca juga : https://identitasunhas.com/waspada-penipuan-atas-nama-prof-dwia-di-facebook/

Sedangkan, akun facebook yang mengatasnamakan Dwia meminta sumbangan bagi anak panti ke sejumlah orang. Akun tersebut menginstruksikan agar mengirimkan sumbangan ke rekening bank BRI atas nama Ratnasari. Dwia pun mengatakan bahwa akun tersebut palsu.

Khintan

BACA JUGA