Follow

Perpustakaan Unhas Akan Membuka Braille Corner Pertama di Indonesia

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 05 November 2019 - 14:37 Wita | 51 Views
Istimewa

Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan Penandatanganan Kerja Sama dengan Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI)  Abiyoso. Penandatanganan kerja sama tersebut berkaitan dengan rencana membuka Braille Corner di UPT Perpustakaan Unhas. Kegiatan ini berlangsung di Aula LPMPP Unhas, Kampus Tamalanrea, Selasa (05/11).

Turut hadir Kepala UPT Perpustakaan Unhas (Fierenziana Getruida Junus), Tim Bimbingan Teknis dan Layanan Literasi Braille (BLBI) Abiyoso Kemensos RI, Asih Sucianti, pustakawan lingkup Unhas dan sahabat pustakawan dari komunitas Pustakabilitas dan Gemparkan Makassar.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Perpustakaan Unhas, Fierenziana Getruida menyambut baik rencana pembentukan Braille Corner di Perpustakaan Unhas. Pembentukan corner ini nantinya diharapkan  menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi penyandang disabilitas.

“Pembentukan Braille Corner di Perpustakaan kami  sangat cocok dengan misi perpustakaan Unhas untuk menjadi pusat layanan data dan informasi semua ilmu pengetahuan. Hadirnya braille corner diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk memperkaya sumber informasi yang dibutuhkan,” jelas  Fierenziana dalam rilis yang diterima identitas.

Fierenziana juga menyampaikan rasa bangga dengan hadirnya Braille corner ini, karena inilah untuk pertama kalinya di Indonesia tersedia corner seperti ini di perpustakaan.

“Kami tentu berharap, braille corner ini akan menjadi pionir bagi lahirnya braille corner yang mungkin akan dibentuk oleh universitas lain,” tutup Fierenziana.

Pada kesempatan tersebut, Tim Bimtek dan Layanan Literasi Braille, Asih Sucianti memberikan gambaran singkat mengenai BLBI Abiyoso, termasuk tujuan dan program kerja.

“Kebetulan kami melihat Unhas sudah konsen dan memiliki program kepedulian terhadap disabilitas. Hal ini membuat kami tersadar, bahwa ternyata perguruan tinggi juga perlu disentuh karena mereka adalah lembaga pelayanan sumber informasi. Selama ini kami hanya konsen di perpustakaan kedinasan. Kami berharap, Kampus bisa menjadi role model yang kemudian bisa dikembangkan di masyarakat untuk memberikan pelayanan akses kepada disabilitas,” jelas Asih.

Usai penandatanganan kerjasama, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi pelayanan kepustakaan Disabilitas dari BLBI Abiyoso kepada para pustakawan disabilitas Makassar. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 12.00 Wita.

Wandi Janwar

BACA JUGA