Follow

Prof Halide, Pakar Ekonomi Syariah dari Kampus Merah

Editor: Khintan | Rabu, 10 April 2019 - 14:10 Wita | 72 Views
Foto: Istimewa

Berkat kepedulian di bidang ekonomi syariah, Prof Dr H Halide mendapat penghargaan dari Majalah Investor Jakarta. Dilansir dari berita antaranews.com, Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas ini dianggap memiiki komitmen dan perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Selain penghargaan yang diterima Halide di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (8/8/12) itu, penghormatan serupa juga diterima Halide dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mewakili akademisi regional Indonesia Bagian Timur.

“Penghargaan ini mungkin saya dianggap getol memperjuangkan ekonomi syariah di Indonesia,” tutur Halide masih mengutip antaranews.com.

Rekam jejak kepedulian Halide terhadap perkembangan ekonomi syariah sudah terlihat pada tahun 1996 di Makkah dan 1980 di Islamabad, Pakistan. Saat itu, bersama tokoh lain seperti Bakir Hasan, dan Ismail Suni, Halide mengikuti pertemuan internasional tentang ekonomi syariah.

Ketertarikan Halide mempelajari ilmu ekonomi tampak sejak menempuh pendidikan tinggi di Fakutas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas). Lalu, berlanjut ketika fokus mempelajari ilmu ekonomi pertanian di Institut Pertanian Bogor. Saat itu, pria kelahiran Ujung Pandang ini meneliti soal ‘pemanfaatan waktu luang rumah tangga petani di daerah aliran sungai Jeneberang’ sebagai tugas disertasi.

Selama di Bogor, istri dan anak-anaknya ikut membantu menyelesaikan tugas akhir disertasi Halide. Termasuk, pengetikan disertasi ayah lima orang anak bernama Halmar, Marlijah, Rialid, Lidemar, dan Alimar ini. Lantaran kesulitan mencari jasa tukang ketik, istri, Haji Maria dengan menggunakan mesin ketik manual harus menyanggupi pengetikan disertasi 140 halaman dalam kurun waktu empat hari.

Anak dari pasangan Haji Baco dan Haji Karoncing ini juga menghadapi kendala saat ingin ujian meja. Promotor, Dr Ir Syarifuddin lambat hadir di ruangan. Baru satu menit sebelum rektor IPB saat itu menandatangi berita acara pembatalan, promotor akhirnya datang juga.

Pelbagai kendala yang dihadapi barangkali terbayar setelah Halide memperoleh gelar guru besar di Unhas. Ia juga diketahui pernah menduduki jabatan di kampus merah ini. Di antaranya, Direktur Muda University Extension Education Fakultas Ekonomi Unhas (1967- 1968), Pembantu Rektor Unhas (1968- 1969), Kepala Laboratorium Statistik Fakultas Ekonomi Unhas (1971-1977), Koordinator Konsultan Lembaga Management Unhas (1973-1977). Dan dalam kancah provinsi dipercaya sebagai Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri daerah Sulawesi Selatan (1973-1977).

Selain akrab sebagai pakar ekonomi syariah, pria kelahiran 29 September 1936 ini terkenal seorang muballiq terkemuka di Sulawesi Selatan. Maka tak heran ceramah-ceramahnya kerap terdengar di Masjid Raya, dan berkumandang di radio RRI Nusantara IV sejak tahun 1979.

Hingga kini, Halide masih aktif mengampanyekan ekonomi Islam. Beberapa kali menjadi panelis di acara-acara besar, seperti waktu debat kandidat calon wali kota Makassar. Menjabat sebagai dewan pengawas syariah di salah satu bank swasta di Sulawesi Selatan. Selain itu, Halide sempat menjadi khatib waktu salat Ied di Masjid Istiqlal pada lebaran tahun lalu.

A. Suci Islamaeini

BACA JUGA