© Copyright Identitas 2020
 

Puisiku Menggugat Natuna

Sajak-sajak ini tak terima

Ada kata yang tak ingin diam

Melihat dusta dan semesta berkompromi

Di laut sana… mereka bersuara lantang tentang Natuna

Kami pun akan berteriak lantang demi bangsa

Kami tak terima…

Melihat daulat disilat lidah

 

Ada api suara yang panas

Meski ini musim hujan

Meski memperdebatkan tentang lautan

Kata-kata tak akan diam di daratan melihat daulat kita menjilat

Ada pesan yang kami hantar lewat ombak yang bersahut-sahutan

Kami menggugat…

 

Sahabat?

Itu investasi politik yang ditanam

Akan berbuah jika disiram

Namun akan hangus ketika di sulut api

Investasi tak akan menjadi rumah

Harga dirilah yang membuat kita hidup

 

Kami menentang…

Bukan menantang

Kami meronta karena merekalah yang meminta

Kami toleran namun punya batasan

Natuna tak hanya sekadar milik

Ia harga diri

Kataku menentang walau karang kami tetap garang

 

Ini puisi…

Puisi yang tiap katanya berbaur alami

Kalimatnya adalah perisai-perisai teguh pemuda

Bait-baitnya akan bersuara

Lebih lantang dan lebih garang

Tak akan surut

Apalagi takut

Penulis : Andriansyah Rahman,

Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum,

Angkatan 2018

 

 

No comments

LEAVE A COMMENT