Follow

(RE)VISI

Editor: Ayu Lestari | Minggu, 29 April 2018 - 17:53 Wita | 236 Views
ilustrasi : majalahopini.wordpress.com/2008/10/20/cerpen-antara-pagi-dan-senja/

Di jalan yang sepi

Pada tiap-tiap sudut kota

Aku kehilangan setangkai bunga yang pernah kau beri

Kelopaknya bertuliskan namamu

Dan beraroma peluhmu

 

Telah kususuri tiap jalan yang pernah menjadi saksi

Bahwa kau dan aku sepasang kekasih

 

Sebelum aku kembali dan mengakui kekalahanku

Bisakah aku tidur sekali lagi di pundakmu ?

Ingin ku ceritakan bagaimana hari yang kulewati tanpamu

Aku tidak lemah tapi kau memaksaku menjadi tangguh

 

Demikian mimpiku sebelum benar-benar dibangunkan oleh tumpukan revisi

Cinta itu urutan sekian, saat pendidikan belum usai

Selamat tinggal kekasihku

Ada yang harus ku selesaikan kemudian melanjutkanmu

 

Najda Hakim

Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris

Fakultas Ilmu Budaya

Angkatan 2015

BACA JUGA