Follow

Saling Lempar Tanggung Jawab Soal SK Ujian Meja Lambat Diterbitkan

Editor: Sri Hadriana | Kamis, 08 November 2018 - 20:24 Wita | 97 Views
1140 Wisudawan program sarjana Strata Satu (S1) Unhas diwisuda di Baruga AP Pettarani, Selasa (20/3). Foto: Istimewa/identitas

Beberapa mahasiswa yang ingin mengikuti ujian meja diselimuti kekhawatiran tidak mengikuti wisuda bulan Desember  mendatang lantaran Surat Keputusan (SK) lambat diterbitkan. Sayangnya dalam menanggapi persoalan ini, pihak fakultas dan rektorat masing-masing tidak mau disalahkan.

Mahasiswa Fakultas Pertanian, Kani -nama samaran- resah. Keinginannya untuk mengikuti prosesi wisuda di bulan Desember mendapat batu sandungan. SK yang menjadi persyaratan ia mengikuti ujian meja tak kunjung diterbitkan oleh pihak rektorat Unhas. Padahal, ia telah mengajukan berkas dua minggu lalu ke pihak fakultas. Kekhawatirannya bertambah ketika ia mengetahui, batas pendaftaran wisuda ditetapkan awal November.

Sebelumnya, Kani diketahui telah mengikuti tiga tahapan ujian yaitu seminar proposal, seminar hasil, ujian kompre. Setelah itu, bila tak ada hambatan pada SK, ia dengan mudahnya bisa saja menyelesaikan tahapan terakhir yaitu ujian meja dan menjadi salah seorang lulusan Unhas.

“Setelah seminar hasil, harus mengikuti ujian kompre, kemudian daftar untuk pengajuan ujian meja di fakultas. Terus keluar SK pengajuan ujian meja baru bisa ujian meja. Lalu, revisi dulu baru daftar wisuda,”  jelasnya, Jumat (5/10).

Selain itu, Kani mengakui, ia berkali-kali memantau perkembangan berkas yang dimasukkan di bagian akademik fakultas. Namun, berulang kali juga ia mendapat jawaban, portal bermasalah.

Salah satu Staf di bidang akademik Fakultas Pertanian mengatakan, persoalan SK ujian meja sebenarnya hanya masalah forlap dikti atau portal sedang bermasalah. Dan tercatat, ada lima berkas yang ia terima dari mahasiswa namun terhambat dalam pengurusan SK.

“Itu semua berkas saya kirim ke rektorat jadi kalau sampai minggu depan belum keluar, saya suruh saja mahasiswa ke sana protes,” ucapnya ketika beberapa mahasiswa menanyakan soal SK, Jumat (28/9).

Selain Kani, hal yang sama juga dirasakan Wina. Mahasiswa yang telah mengikuti ujian meja bulan Agustus ini harus rela membayar SPP semester 9. Padahal, seharusnya ia bisa daftar wisuda bulan 9 lalu, namun karena pengurusan SK yang cukup lama, ia harus menunggu wisuda di periode berikutnya.

“Saya disuruh ke rektorat bertanya, ternyata pas di rektorat ternyata belum dikerja karena menumpuk terus itu berkas. Ada 16 file dan lama sekali ia bikin,” keluhnya kepada reporter identitas.

Ia mengungkapkan, berkali-kali bahkan tiap hari mengecek perkembangan berkas pengajuan SK di bagian akademik fakultas. Namun berkali-kali pula ia dialihkan ke rektorat.

Melihat persoalan ini, tampaknya pihak fakultas dan rektorat bak saling melempar tanggung jawab.

Wakil Rektor bidang Akademik, Prof Dr Ir Muh Restu MP saat diwawancarai di ruangannya mengatakan, terkadang dokumen yang diajukan pihak fakultas tidak lengkap atau tidak sesuai persyaratan. Akibatnya, berkas tersebut tidak diproses. Lalu, tambahnya, biasa membutuhkan waktu lama untuk melengkapi dokumen itu.

“Saya selalu membuat supaya layanan disegerakan, tidak boleh lagi ada terlambat pelayanan, bahkan dulu ada waktu jeda untuk melayani ujian, sekarang tidak ada dan bahkan setiap saat dilayani untuk pengurusan ujian,” katanya, Selasa (2/10).

Reporter: Nurmala/Medi

BACA JUGA