Follow

Sanju, Tertatih Merintis Karir

Editor: Khintan | Selasa, 27 November 2018 - 18:29 Wita | 117 Views
Istimewa

Kehidupan tak lepas dari dua sisi, kebahagiaan dan kesedihan. Layaknya pelangi, waktu demi waktu hadir memberi warna-warni dalam perjalanan setiap insan. Perjuangan mengentaskan derita selalu dilakukan demi meraih seberkas cahaya.

Hal itu dapat kita saksikan dalam film berjudul Sanju yang rilis Juni 2018 lalu. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang aktor kawakan Bollywood, Sanjay Dutt. Ia sangat  terkenal dengan perjalanan karir yang penuh kontroversi, hingga perjuangan yang ia lakukan dalam menghalau badai yang terus menerpa dirinya.

Sutradara, Rajkumar Hirani, mulai menceritakan perjalanan Sanju-nama panggilan Sanjay Dutt- yang diperankan Ranbin Kapoor, saat masih berada di titik awal memulai karir. Ia merupakan putra dari Sunil Dutt, dimainkan oleh Paresh Rawal dan Nargis yang diperankan Manisha Koirala, legenda perfilman India. Bak buah jatuh tak jauh dari pohonnnya, kemampuan berakting orang tua Sanju turun kepadanya.

Sanju mulai berkecimpung di industri film dengan menjalani shooting yang disutradarai oleh ayahnya. Label ‘putra aktor’ memudahkan Sanju untuk bergelut di dalamnya. Namun, kemudahan itu justru membuat Sanju merasa tertekan. Pasalnya, sang ayah selalu menuntut agar ia dapat berjiwa perfeksionis. Selain itu, sang ayah tak pernah memuji hasil akting atau usaha Sanju.

Merasa tak sanggup dengan rentetan aturan sang ayah, Sanju mulai melampiaskannya dengan mengkonsumsi narkoba. Obat terlarang ini mulanya ditawarkan oleh seorang pria bernama Zubin (Jim Zarbh). Sanju menyebut sindikat itu sebagai God, karena telah memberinya kebahagiaan. Kemudian, ia pun jadi kecanduan.

Setelah menjadi pecandu, lalu ibunya meninggal akibat kanker pankreas saat tiga hari sebelum film perdananya launching. Selama dirawat di New York, Sanju hadir, menjaga dan mendekap sang ibu. Sebelum itu, Sanju sempat bertemu seorang penggemar ibunya di depan ruang rawat, Kamlesh (Vicki Kaushal).

Awalnya, ia curiga kepada Kamlesh. Namun, setelah menjelaskan semuanya, mereka berdua pun menjalin pertemanan. Kehadiran Kamlesh dalam hidup Sanju bagai pelita yang senantiasa menyinari kegelapan. Perlahan, berkat nasihat Kamlesh, Sanju berhenti menggunakan narkoba.

Akan tetapi, tak lama setelah itu, saat sang kekasih, Ruby, hendak menikah dengan pria lain, ia kembali rapuh. Lagi, ia melampiaskan patah hatinya dengan narkoba. Sanju kemudian meminta Kamlesh untuk mendatanginya. Jadilah uang yang semestinya ia gunakan untuk membeli mobil baru, menjadi tiket pesawat New York-India.

Setibanya di India, Kamlesh berusaha membujuk Ruby agar mau bertemu satu kali lagi dengan Sanju. Sebab Sanju telah bersusah payah mencari kalung untuk pertunangan mereka.

Namun, saat menghampiri Sanju, ia mendapati Sanju sedang memakai narkoba di toilet. Ketika Ruby bertanya di mana kalung yang Kamlesh katakan, dengan tak sadarkan diri, Sanju malah mencopot leher kloset dan mengenakannya di leher Ruby. Saat itu, hubungan Ruby dan Sanju benar-benar berakhir.

Sanju makin bergantung pada narkoba. Kamlesh tak tahan melihatnya. Ia pun memberanikan diri untuk memberitahu Sunil. Sebagai seorang ayah yang cintanya tak memiliki batas, ia mulai beradaptasi dan mencoba memahami masalah yang dialami Sanju. Tak ingin anaknya terus terjerumus dalam dunia gelap, Sunil membawanya untuk menjalani rehabilitasi.

Usaha kerasnya serta Kamlesh membuat Sanju akhirnya sembuh dari candu narkoba. Sesaat setelah itu, ia menghampiri God dan langsung mendaratkan tinjunya di muka si pengedar narkoba tersebut.

Setelah pulih, Sanju kembali membangun karirnya yang sempat runtuh. Ia mulai aktif kembali mengikuti shooting. Hingga karirnya berkembang pesat.

Sebagai seorang yang tenar, tentu saja sorotan kamera dan media selalu membuntutinya. Suatu ketika, media ramai memberitakan keterlibatan ayah nya dalam membantu kaum muslim. Hal itu menyebabkan banyak ancaman yang dialamatkan kepadanya. Bahwa ayah nya akan dibunuh.

Oleh sebab itu, Sanju menyimpan senapan AK-56 sebagai perlindungan di rumahnya. Sayangnya, ia ketahuan. Tetapi, media malah menerbitkan sebuah berita yang mengarahkan opini publik bahwa ia adalah seorang teroris.

Di dalam jeruji besi, ia menghabiskan waktu menjadi penyiar radio. Setiap kali siaran, ia selalu membawakan cerita sesuai dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya.

Suatu waktu, Sanju menceritakan tentang bagaimana ia berjuang menghadapi hinaan dari awak media. Sebuah tanda tanya pada judul berita yang memberi opini buruk masyarakat terhadapnya. Di suatu waktu pula, ia menceritakan betapa sahabat dapat mengubah hidupnya.

Film ini mengajarkan kepada khalayak bahwa betapa perjuangan akan memberikan hasil yang baik. Sanju yang banting tulang melawan narkoba, harus kehilangan ibu, ayah, kekasih, bahkan dituduh teroris pun tetap membuatnya tak gentar.

Di sisi lain, film ini juga memberikan makna mendalam tentang sebuah arti persahabatan. Kamlesh selalu merangkul tangan Sanju keluar dari masalah. Pengorbanannya pada pria yang memiliki kehidupan rumit itu tak berpenghujung. Oleh karena itu, film ini patut untuk ditonton.

Judul : Sanju

Sutradara : Rajkumar Hirani

Negara : India

Rilis : 29 Juni 2018

Durasi : 2 jam 41 menit

Produksi: Rajkumar Hirani Films

Penulis Naskah: Hirani and Abhijat Joshi

Mayangsari

BACA JUGA