Follow

SDM Kompeten Jadi Modal Utama Capaian FIKP Unhas

Editor: Wandi Janwar | Senin, 27 Januari 2020 - 18:14 Wita | 100 Views
Istimewa

Universitas Hasanuddin merupakan salah satu dari sebelas perguruan tinggi negeri yang berbadan hukum di Indonesia. Universitas yang memiliki julukan Kampus Merah ini mengusung visi sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia (BMI). Secara ideal, visi Kemaritiman tersebut, tergambar dalam seluruh proses tridharma perguruan tinggi.

Dalam kesehariannya, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) memiliki kedekatan dalam filosofi keilmuan, yang banyak mengkaji ilmu-ilmu berkaitan dengan maritim.  Menyadari nilai ini, FIKP Unhas mengambil sejumlah langkah untuk menciptakan atmosfir yang memberi ruang bagi pengembangan sivitas akademik.

Dr Ir St. Aisjah Farhum M Si sebagai Dekan FIKP Unhas mengatakan, dengan atmosfer pendidikan yang memadai, maka sebagian besar rencana kegiatan bisa berjalan dengan baik, misalnya dalam membangun jaringan penelitian dengan banyak mitra.

“Proses akademik dengan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten menjadi modal utama atas segala pencapaian FIKP Unhas, salah satunya dengan mengembangkan jaringan penelitian dengan mitra, baik dalam dan luar negeri,” jelas Aisjah dalam rilis yang diterima, Kamis (23/1).

Lebih lanjut, Aisjah menuturkan dengan SDM yang kompeten dan berdaya saing, kemudian didukung dengan sarana dan prasarana membuat visi misi FIKP perlahan namun pasti secara signifikan dapat diwujudkan.

“Untuk membangun jaringan penelitian dengan mitra, kita membuat suatu unit kerja sama, baik yang sifatnya nasional maupun internasional. Setiap kegiatan yang mengarah kepada hubungan kerja sama dapat berlangsung sesuai SOP. Kita juga fasilitasi para dosen yang ingin membangun kerja sama, misalnya dalam membuat MoU,” tambah Aisjah.

Diakhir wawancara, Aisjah berharap FIKP Unhas dapat menjadi kiblat dalam setiap kegiatan yang sifatnya mengarah kepada pengelolaan Kelautan dan Perikanan,  baik di Indonesia Timur, maupun di tingkat nasional.

Wandi Janwar

BACA JUGA