Follow

Sehatkan Diri Secara Islami, Lembaga Dakwah Zona Medik-Farmasi Unhas Gelar ‘SKI’

Editor: Wandi Janwar | Sabtu, 07 Desember 2019 - 21:10 Wita | 126 Views
identitas/Melika

Lembaga Dakwah Fakultas Zona Medik-Farmasi Unhas menggelar Seminar Kesehatan Islam dengan tema “Al-Qur’an dan Revolusi Mental”. Kegiatan ini diselenggarakan di Baruga AP Pettarani Unhas, Sabtu (07/11).

Seminar tersebut dihadiri oleh Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Muhammad Rachmat S KM M Kes, Koordinator Umum Indonesia Bertauhid, Ust dr Raehanul Bahraen M Sc Sp PK, dan Wakil Dekan IV FKIK Unismuh Makassar, dr Ihsan Jaya Akp. Dalam seminar tersebut membahas tentang pola hidup sehat yang sesuai dengan tuntunan islam.

Melalui pemaparannya, dr Ihsan Jaya Akp menjelaskan tentang ruang lingkup jiwa. Ia mengatakan bahwa menurut filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmani dan bersifat immaterial.

“Jiwa juga diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia yang terjadi dari perasaannya, pikirannya, angan-angannya, yang sifatnya immaterial,” ujarnya.

Setelah itu, Ust dr Raehanul Bahraen M Sc Sp PK juga menjelaskan tentang ruang lingkup penyakit dan cara menanganinya. Ia mengatakan bahwa terjadinya suatu penyakit terdorong oleh dua faktor, yakni sebab qauniy dan syar’i.

Menurutnya, sebab qauny merupakan penyebab yang masih dapat dibuktikan melalui fakta medis sehingga penanganannya juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Misalnya saja penyakit demam dapat ditangani dengan obat paracetamol.

Sedangkan, sebab syar’i merupakan penyebab yang telah ditetapkan oleh Allah melalui sabda hadis Rasulullah SAW sehingga tak dapat dibuktikan melalui fakta medis, seperti penyakit ain, gangguan sihir, dan sebagainya. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini harus melalui ruqyah sesuai syariat yang telah ditetapkan.

Selain itu, ia juga menjelaskan cara menangani penyakit mental yang sesuai dengan tuntunan islam. Menurutnya, memperoleh mental yang sehat dan berbahagia dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, yakni melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

“Kebahagiaan menurut ulama, yakni diberi nikmat bersyukur, diberi ujian bersabar, dan jika melakukan dosa segera istigfar,” ujarnya.

Melika

BACA JUGA