Follow

Seminar Fisip Unhas Bahas Daerah Tertinggal

Editor: Khintan | Rabu, 11 April 2018 - 12:55 Wita | 158 Views
Humanis Fisip Unhas menggelar Seminar Nasional di Aula Prof Amiruddin, Fakultas Kedokteran, Rabu (11/4).

Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Fisip Unhas menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangkaian Administration Fair 2018, Rabu (11/4). Bertemakan Collaborative Governance: Pelibatan Pemuda dalam Mengakselerasi Pembangunan di Daerah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar), kegiatan tersebut terselenggara di Aula Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara, Prof DR. Sangkala M Si (guru besar Ilmu Administrasi Unhas), Samsul Widodo (Dirjen Bidang Pembangunan  Desa Tertinggal), Wawan Mattaliu (Anggota DPRD Sulsel), dan Ridwan Alimuddin (founder Perahu Pustaka). Selain dibuka untuk mahasiswa dan umum, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 34 peserta delegasi Konferensi Nasional Administration Fair 2018 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pertama kali diadakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari Administration Fair 2018 dan mengangkat tema “Berpesta dalam Nuansa Ilmiah”. Ketua Umum Humanis, Andi Hamka Nur mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud dari pengembangan eksistensi lembaga dalam tatanan internal dan eksternal dalam wujud silaturahmi. Selain itu, lanjutnya, serta menumbuhkembangkan daya nalar kritis berbasis keilmuan, sehingga dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan berbagsa dan bernegara khususnya dalam penyelesaian permasalahan di daerah 3T.

Prof Dr Abdul Rasyid Djalil, Wakil Rektor III, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menguatkan kapasistas mahasiswa, tapi juga menguatkan institusi. “Kegiatan ini merupakan peningkatan penguatan institusi, jadi tolong sertifikatnya jangan lupa diberikan kepada peserta,” tuturnya sebelum membuka kegiatan tersebut.

Adapun Ketua Jurusan Fisip, Dr Hasniati S Sos MSi dalam sambutannya mengharapkan, setiap kegiatan mahasiswa diharapkan untuk selalu berkualitas. “Saya harap kegiatan ini melahirkan sebuah rekomendasi untuk bisa memberikan pikiran-pikiran yang cemerlang khususnya kepada Kementerian Transmigrasi,” harapnya.

Reporter: Nurmala

BACA JUGA