Follow

Songkok Recca dan Riwayatnya Kini

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 18 Juni 2019 - 17:21 Wita | 65 Views
Dokumentasi Pribadi

Mahasiswa Unhas yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan kegiatan Makkebbu Gangkannajaji Songkok Recca (Magang Sore) di Kampung Watangunra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ketua tim, Alimatun Najiha mengatakan, kegiatan Magang Sore dilakukan selama empat pekan. Mereka memiliki dua program unggulan yang mampu membuat generasi muda Bone paham tentang cara pembuatan Songo Recca.

“Ini merupakan program Magang Sore yang dilakukan tim pengabdian kami. Rencananya ada dua program lagi yang akan dilaksanakan, yakni Simak Dahulu bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada kader tentang cara pembuatan Songkok Recca. Kedua yakni Saya Mampu Pahami, di mana program ini kader sudah mulai membuat Songkok Recca,” paparnya.

Ungkap imma, sapaan akrab mahasiswa prodi statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unhas.

Tak hanya itu, Imma,  sapaan akrabnya juga menambahkan, alasan pemilihan Kampung Watangunra sebagai lokasi pengabdian karena wilayah tersebut banyak menghasilkan serat pelepah daun lontar.

“Serat pelepah daun lontar adalah bahan utama pembuatan songkok recca. Songkok to Bone ini memiliki arti songkok orang Bone dan merupakan suatu kebanggaan masyarakatnya, ujar mahassiwa FMIPA Unhas itu.

Salah satu peserta kegiatan, Mia mengaku sangat mendukung program ini.

“Kegiatan ini sangat membantu. Sebenarnya kami tahu cara buatnya, namun tentang songkok recca yang bernilai jual tinggi itu pengetahuan baru bagi kami,” jelasnya.

Hasil akhir dari program ini, diharapkan terciptanya kader Ibu Kreatif, dan Remaja Responsif (IKRAR) dalam pembuatan Songkok Recca, sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Kampung Watangunra.

Citizen Reporter

BACA JUGA