Telusuri Matahari Buatan China Bersama HME FT Unhas

Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Fakultas Teknik (FT) Unhas mengadakan Ruang LiterAksi #2 bertemakan “Membedah Matahari Buatan China Sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan” melalui Zoom, Senin (22/02). Dipandu oleh mahasiswa Teknik Elekto 2019, Deddy Angriady Agussalim, kegiatan ini menghadirkan anggota Komunitas Muda Nuklir Nasional, Ghina Salsabila.

Pada kesempatanya, Ghina menjelaskan matahari buatan China yang dimaksud oleh media. Hal itu tidak lain ialah HL-2M Tokamak yang merupakan reaktor fusi eksperimental.

“Perlu ditekankan, tujuan reaktor tersebut tidak untuk untuk pembangkit listrik, melainkan penelitian,” tegas Ghina.

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu juga menyampaikan prinsip kerja reaktor ini. Prinsip kerjanya terbagi menjadi tiga, antara lain reaksi fusi, plasma, dan medan magnet.

“Untuk menghasilkan energi, dibutuhkan tekanan yang sangat tinggi seperti gravitasi di matahari. Itulah mengapa, dibutuhkan sistem tokamak dengan medan magnet,” jelas Ghina.

Adapun kelebihan dari reaktor tersebut ialah tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca dan tidak meninggalkan limbah dari proses pembangkit energi. Sayangnya, alat ini hanya berlangsung beberapa detik, jauh dari nilai ekonomis.

“Bahan pembuatanya tidak murah. Kita tidak tahu apakah reaktor ini akan dikomersialkan, meski menurut pemerintah China sudah siap dipakai,” tutur Ghina.

Menutup pemaparan, Ghina menegaskan pentingnya teknologi untuk masa depan. “The science of today, is the technology of tomorrow,” tutupnya.

M218

Written by

nadhirasidiki98@gmail.com

No comments

LEAVE A COMMENT