Follow

Tenggelamkan!

Editor: Ayu Lestari | Sabtu, 25 Januari 2020 - 08:37 Wita | 138 Views
sumber ilustrasi : Liputan6.com

Setelah dia tiada, lalu siapa berani berdiri tegak di lautan samudera

Menantang badai, menenggelamkan lautan, melempar puing-puing kapal dari selatan

Riak ombak gundah, ikan-ikan meringkih takut akan binar laut

Angin timur melambat

Binar cahaya samudera redup seketika

Pantai selatan, laut Arapura, teluk Jawa, Sulawesi pun berduka

Nestapa kian menanti lautan berdarah

Nyanyian pulau Rote tenggelamkan lenyap dalam samudera raya

Pasir putih lunglai, kapal-kapal nelayan, Suku Bajo, dunia maritim terlihat muram

Lalu mereka berlari ke belantara

Bersembunyi dalam kabut dekat kuil para petapa

Menggigil takut gelap

Armada perompak, bajak laut dari selatan tertawa

Meringkih menjamah lautan kemilau cahaya

Lalu mereka menyelinap di antara pulau

Menembus dinding sekat menjarah lautan teduh

Habisi semua tak ada tersisa

Tangkap ubur-ubur itu

Bawa semuanya sekalipun pulau-pulau kecil itu

Lalu kita berpesta mengitari lautan Indonesia

Jangan takut suara gelegak tenggelamkan tidak ada lagi

Dia terbuang jauh ke pengasingan

Ke dasar samudera yang diam

Kita rampas semuanya

Sekalipun kita curi ratu pantai selatan

Lalu kita bawah berlari ke ujung dunia

Tak ada yang tahu

Suara tenggelamkan

Terdengar samar dalam kuil para pertapa

Lalu hilang bersama senja

Mati bersama malam

Duka cita penghuni lautan

Tertunduk lesu menanti fajar sang Puji Astuti

Seribu tahun yang akan datang

 

                                                                                                                                                              Penulis : Maltatuli Muda,

 Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah,

Fakultas Ilmu Budaya

 

 

 

 

BACA JUGA