Follow

Tim Perumus Ormawa Sepakati 6 Poin Penjelasan Pasal PR Ormawa

Editor: Khintan | Kamis, 06 Desember 2018 - 15:08 Wita | 124 Views
Tim perumus Peraturan Rektor mengenai Organisasi Mahasiswa (PR Ormawa) mengadakan rapat finalisasi di Ruang Senat lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (6/12). Foto: Muh.Syahrir/Identitas.

Tim perumus Peraturan Rektor mengenai Organisasi Mahasiswa (PR Ormawa) mengadakan rapat finalisasi di Ruang Senat lantai 2 Gedung Rektorat Unhas. Tim perumus tersebut merupakan gabungan tim dari pihak rektorat dan perwakilan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Rapat tersebut dihadiri Ketua Tim Perumus dan Pimpinan Rapat, Dr Muh Hasrul SH MH, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan tiap fakultas, dan sejumlah perwakilan mahasiswa.

Menurut Andi Matalata, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas, tim perumus yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dan pihak rektorat ini, dibentuk setelah diskusi di Pelataran Fakultas Eekonomi dan Bisnis (FEB) pertengahan November lalu. Adapun perwakilan mahasiswa yang masuk tim perumus ialah seluruh perwakilan fakultas di Unhas, kecuali FEB dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Meski begitu, nama perwakilan mahasiswa dari kedua fakultas tersebut terdapat di SK.

Sebelumnya, tim perumus melaksanakan rapat di Hotel Maxone, Sabtu-Minggu (1-2/12). Saat itu, mereka membahas tentang keputusan melakukan revisi atau menambahkan penjelasan pasal pada PR Ormawa.

“Pertama yang dibahas itu, apakah agenda kedepannya itu revisi atau penjelasan pasal, pimpinan sidang kemudian mengatakan kalau sesuai dengan SK kita akan membahas penjelasan pasal, terkait dengan revisi atau tidak, akan dibahas di forum lain. Selanjutnya ditunda, dan langsung saja membahas penjelasan pasal. Mahasiswa diberi kesempatan, yang mana dianggap bermasalah silahkan ajukan penjelasan pasalnya, maka lahirlah enam penjelasan pasal itu tadi, “kata Andi, Kamis (6/12).

Adapun tambahan 6 poin penjelasan pasal itu dapat dilihat pada Bab Penjelasan dalam PR Ormawa antara lain pasal 1 angka 18 yang berbunyi, “badan perwakilan mahasiswa fakultas atau sebutan lain, adalah organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas yang memiliki kewenangan legislatif dan/atau yudikatif dalam kegiatan kemahasiswan”. Ditambahkan pasal penjelasannya, “terkait fungsi yudisial dapat dilaksanakan oleh lembaga BPM atau lembaga lain sesuai kebutuhan tiap – tiap lembaga fakultas”.

Sementara untuk pasal lain yang ditambahkan pasal penjelas, yaitu; pasal 1 angka 18 dan 20, pasal 2 angka 2, pasal 4 angka 5, pasal 7 angka 3 dan angka 6. Ditengah-tengah rapat, sempat berjalan alot akibat perwakilan mahasiswa mempertanyakan tujuan pertemuan di Hotel Maxone (1-2/12) lalu, apakah revisi atau penambahan pasal penjelasan.

“Bahwa rektor memerintahkan WR3 untuk mengkaji draft tandingan dengan PR ormawa selanjutnya ada yang mengatakan bahwa ini akan direvisi atau ditambahkan lampiran penjelas,” kata salah satu perwakilan mahasiswa.

Kemudian pimpinan rapat menjawab bahwa dia tidak mendengar ada kata revisi pada pertemuan sebelumnya lagi di ruang LKPP Unhas (23/11) lalu.

“Kita tidak revisi, ini adalah penambahan penjelasan pasal dari pasal-pasal yang dianggap multitafsir oleh teman – teman semua, kita adakan pertemuan di Maxone kemarin, sesuai dengan yang ada di SK dan inilah hasilnya. Saya tidah tahu, saya juga hadir di situ, saya tidak dengar kalau ada bahasa revisi. Kita sudah kaji sama-sama ini,”ucap Hasrul.

Terlepas dari itu semua, di akhir sidang para tim perumus; perwakilan mahasiswa maupun pihak rektorat sama-sama menandatangani berita acara rapat kali ini. Adapun yang bertanda tangan ialah Dr Hasrul SH MH selaku Ketua Tim, Prof Dr Jasmal Ahmadi Syamsu Msi Wakil Ketua Tim, Andi Matalatta, Anggota Tim FH, Muh. Fajri Anggota Tim Fakultas Pertanian, dan masih banyak lagi.

M05

BACA JUGA