Travel Photography, Media Ekspresi Jiwa yang Tak Lekang Masa

Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi Unhas menggelar kegiatan Pameran Pojok Diksar yang dirangkaikan dengan Webinar, salah satunya bertema “Indonesia dan Himalaya dalam Kacamata Fotografi” melalui Zoom Meeting , Sabtu (21/11).

Seorang Travel Photographer, Sandy Wijaya yang menjadi narasumber mengatakan, fotografi perjalanan memiliki cakupan genre yang luas. Melibatkan dokumentasi mengenai lingkungan, manusia, budaya, adat istiadat dan sejarah.

Ia menambahkan jika “Travel photographer it’s now or never.  Kita dokumentasikan secepat mungkin karena bisa saja manusianya berubah, budayanya berubah, atau alamnya berubah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, makna dari travel photographer bukan hanya persoalan kepiawaian bagaimana memotret dengan mendapatkan moment, cuaca, atau foto terbaik, melainkan sebuah ekspresi dan cara pandang dalam berkehidupan.

Lebih lanjut, Sandy menjelaskan travel photographer adalah jiwa dari sebuah tempat, “Jiwa dari sebuah tempat itu tidak kelihatan, bukan soal teknikal berapa, ISO berapa, dan lensa berapa. Bukan masalah jam berapa, datangnya, tapi esensinya bagaimana kita memasukkan unsur yang abstrak, perasaan, ekspresi, dan pengetahuan,” pungkasnya.

Kegiatan  yang diikuti lebih dari 100 partisipan tersebut berlangsung hinggal pukul 22.00 Wita.

M124

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT