Follow

Tudang Sipulung Unhas Bahas Isu Radikalisme

Editor: Khintan | Senin, 09 Juli 2018 - 09:59 Wita | 102 Views
Foto: Istimewa

Universitas Hasanuddin menggelar Tudang Sipulung Kebangsaan di Gedung IPTEKS, Senin (9/7). Acara tersebut mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika dalam Bingkai NKRI”. Narasumber yang hadir pada kegiatan itu ialah Yudi Latief, MA, PhD (penggagas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP), Prof Dr Anhar Gonggong (sejarawan), dan Dr Heri Santoso, M Hum (dosen Filsafat UGM, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM).

Tudang sipulung yang digagas oleh UPT Mata Kuliah Umum (MKU) dan Bidang Kemahasiswaan Unhas ini berangkat dari kepedulian sivitas akademika Unhas terhadap maraknya isu radikalisme di dunia pendidikan tinggi, khususnya di kampus.  Acara ini digelar untuk mendorong agar nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, dan keberagaman menjadi sesuatu yang terus teraktualisasi dalam kehidupan kampus.

Dalam sambutan pada pembukaan acara, Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA menyampaikan, sebagai pimpinan perguruan tinggi, dirinya cukup khawatir dengan maraknya isu-isu radikalisme yang menerpa kampus akhir-akhir ini.  “Sejujurnya, ada kehawatiran jangan-jangan memang kita sedang mengalami keroposnya nilai-nilai kabangsaan dari dalam.  Oleh karena itu, ada kewajiban kami untuk terus-menerus mengokohkan nilai-nilai kebangsaan,” kata Dwia.

Untuk menjawab kehawatiran tersebut, Dwia mengajak untuk kembali menggali kekayaan dan keragaman bangsa ini manjadi sesuatu yang bermanfaat untuk memperkuat kebangsaan. Ia pun berharap agar Pancasila menjadi topik pembicaraan yang menyenangkan. Sama halnya ketika orang-orang membicarakan soal sepak bola.

“Kita perlu menjadikan pembicaraan tentang Pancasila itu menjadi sesuatu yang menarik, bukan sesuatu yang menakutkan,”kata Dwia dalam rilis Humas Unhas yang diterima identitas, Senin (9/7).

Reporter: Khintan

BACA JUGA