Follow

Unhas Berhasil Loloskan Dua Delegasi ke Kontes Robot Terbang Indonesia

Editor: Wandi Janwar | Kamis, 15 Agustus 2019 - 15:34 Wita | 51 Views
Dokumentasi Pribadi

Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil meloloskan dua tim dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019. Ajang ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1- 6 Oktober mendatang di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

KRTI merupakan kompetisi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Indonesia. Di mana teknologi pesawat tersebut dikenal tanpa pilot, atau yang biasa disebut pesawat tanpa awak.  Lomba seperti itu sudah diinisiasi dengan adanya penyelenggaraan Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) yang merupakan kontes robot terbang pertama untuk kategori indoor (dalam ruangan).

Dalam pelaksanaanya, kontes ini telah diadakan setiap tahun di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai tahun 2008 hingga 2011. Adapun yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut adalah Program Studi (Prodi) Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB bersama dengan mahasiswa Prodi Aeronotika dan Astronotika, Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan (KMPN) ITB.

Sejak dimulai pada tahun 2008, jumlah peserta terus meningkat. Yang dulunya hanya 15 tim pada tahun 2008, hingga mencapai 44 tim pada tahun 2010.

                                                                                                                                                     Dokumentasi Pribadi

Untuk tahun ini, sebanyak 95 Tim dari 4 kategori lomba telah diumumkan. Unhas berhasil meloloskan dua tim, yaitu Divisi Fixed Wing (Tim PHINISI09) dan Divisi Vertical Take-Off Landing (Tim KARAENG09).

Dalam rilis yang diterima, Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah PhD menyampaikan bahwa Unhas sangat bangga akan setiap prestasi yang diraih oleh mahasiswa. Sebab, hal ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dosen sebagai tenaga pengajar.

“Hasil ini menunjukkan bahwa ada kolaborasi yang baik antara dosen pendamping dan mahasiswa. Semuanya punya kredibilitas tinggi, punya semangat kompetisi tinggi. Jadi, setiap lomba yang ada kami memberikan dukungan kepada mereka,” jelas Suharman.

Konsep KRTI sendiri pada dasarnya peserta ditantang untuk mendesain, membuat, serta menerbangkan sebuah pesawat. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi, dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

“Kami berharap tim Unhas dapat mencapai hal yang maksimal pada ajang ini,” kata Suharman.

Wandi Janwar

BACA JUGA