Venus, Inovasi Ventilator Mekanik ala Unhas

Wabah Covid-19 yang diduga berasal dari Wuhan, Cina, hingga kini masih menyebar di berbagai penjuru dunia. Bahkan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), telah menetapkan wabah Covid-19 atau virus corona (SARS CoV-2) menjadi pandemi global sejak 11 Maret 2020. Penetapan tersebut disebabkan oleh penyebaran yang begitu cepat dan luas hingga ke wilayah yang jauh dari pusat wabah, salah satunya adalah Indonesia.

Merespon hal tersebut, berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah Indonesia. Mulai dari penggalakan social distancing, phisical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa wilayah. Tak hanya itu, berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga turut andil dalam memerangi covid-19 tersebut, termasuk universitas Hasanuddin (Unhas). Sebagai perguruan tinggi, sudah seharusnya Unhas melakukan berbagai inovasi membantu pemerintah dalam memutuskan rantai penyebaran virus.

Terhitung hingga 4 Juni 2020, masyarakat yang dinyatakan positif terinfeksi virus ini berjumlah 28.818 orang. Dengan pasien sebayak ini Perhimpunan Rumah Sakit di Seluruh Indonesia (Persi) menyatakan kebutuhan alat pelindung diri atau alat kesehatan melonjak tinggi, tetapi ketersediaannya begitu terbatas.

Melihat kondisi ini, sebuah research team yang diketuai oleh Dosen Fakultas Teknik Unhas, Rafiuddin Syam ST MEng PhD membuat sebuah inovasi ventilator mekanik. Inovasi yang diberi nama Ventilator Universitas Hasanuddin (Venus) tersebut tercipta berkat kerjasama antara LPPM Unhas dan Direktorat Inovasi Unhas.

Rafiuddin menjelaskan, Venus ini dibuat sebagai bentuk kepedulian Unhas dalam menghadapi pandemi. Tak hanya itu, melihat kenyataan bahwa ventilator menjadi alat yang vital saat ini dan dibutuhkan dalam jumlah banyak, menjadi alasan tersendiri mengapa tim tersebut fokus pada pembuatan Venus.

Inovasi tersebut melibatkan beberapa dosen, di antaranya  Dr Asmi Citra Malina (FKIP), Abdul Mufti Radja ST MT PhD (FT), Azwar Hayat ST MSc PhD (FT), dan Andi Amijoyo Mochtar ST MSc PhD (FT). Selain itu, juga ada beberapa mahasiswa program sarjana dan magister.  

Di awal pembuatannya, Rafiuddin mengatakan kesulitan dalam mendisain ventilator. “Kesulitan awal yang dihadapi saat mendesain ventilator yaitu menentukan spesifikasi standar, mengingat rumah sakit seakan-akan lockdown,” ujarnya, Jumat (29/5).

Spesifikasi yang dimaksud adalah jumlah O2 yang akan dipompa ke dalam paru-paru, jumlah tekanan per menit, tekanan pada tabung, dan ukuran dari ventilator. Pada Venus sendiri menggunakan 1 buah motor penggerak dengan 3 buah lengan penjepit, yang dikopel langsung pada motor. Inovasi ini dapat beradaptasi dengan jumlah O2 yang akan dimasukkan ke dalam paru-paru, serta memiliki perbandingan respirasi yang dapat diatur secara otomatis.

Tak hanya itu, Raifuddin mengaku Venus juga memiliki kelebihan lain dibanding ventilator pada umumnya. “Alat ini sangat mudah dalam pengoprasian dan biaya perawatannnya juga murah,” tuturnya.

Terdapat beberapa vitur yang menjadi unggulan dari ventilator milik Unhas ini, seperti berjenis noninvasive ventilation (NIV), volume tidal (VT) dan Inspiratory and expiratory ratio (Rasio I/E) dapat diatur sesuai kondisi pasien, udara yang masuk ke pasien dapat diatur temperaturnya dengan heater wire, mudah dioperasikan oleh tenaga kesehatan tanpa pelatihan khusus, dan konstruksi alat sederhana.

Tak tanggung-tanggung, dana awal yang digelontorkan dalam inovasi ini bahkan mencapai 20 juta rupiah, belum termasuk uji klinis. Meski demikian, seiring berjalannya waktu,  inovasi alat ini siap untuk diproduksi massal dan menjadi produk unggulan Unhas. Bahkan dalam perkembangannya, mereka dapat produksi hingga 20-30 unit perminggu. “Dari persiapan kami butuh 2 minggu, namun untuk produksi massa kami bisa 20-30 unit perminggunya, ujar Raifuddin.

Ia berharap, Venus sebagai karya peneliti Unhas, dapat memperoleh sertifikat kelayakan sehingga mampu diterapkan di rumah sakit dalam waktu dekat. Semoga ventilator ini mampu berinovasi agar dapat  bersaing di pasar global,” harapnya.

Wandi Janwar

Written by

urwatulwutsqaa@gmail.com

No comments

LEAVE A COMMENT