Rabu, 7 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Ipteks

Akar Harapan dari Pohon Lokal untuk Pulihkan Luka Tambang Nikel

28 Oktober 2025
in Ipteks
Ilustrasi rehabilitasi lahan bekas tambang. Foto: Istimewa

Ilustrasi rehabilitasi lahan bekas tambang. Foto: Istimewa

Editor Jum Nabillah

Hamparan lahan bekas tambang nikel menjadi pemandangan yang kontras dengan imaji hutan tropis yang subur. Tanahnya merah kecoklatan, keras, penuh logam berat, dan hampir tak lagi mampu menopang kehidupan alami. Jejak panjang aktivitas tambang meninggalkan kawasan yang seolah mustahil untuk dipulihkan. Kondisi miris ini terjadi di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan perusahaan tambang. Mereka menanam pohon-pohon introduksi seperti akasia, sengon, dan eukaliptus dengan harapan mampu menutup lahan. Pohon-pohon itu dapat bertahan dalam beberapa tahun berkat perawatan intensif berupa pupuk, topsoil, hingga kapur untuk menetralkan tanah. 

BacaJuga

Strategi Komunikasi Politik Etnis Minoritas di Sulawesi Barat

EKG Portabel: Inovasi Kompatibel untuk Dunia Kesehatan

Begitu masa perawatan selesai, akar pohon menembus tanah beracun hingga kehilangan daya tahan. Satu per satu pohon introduksi meranggas, mati, dan meninggalkan lahan kembali gersang sebagaimana sebelum ditanami.

Di samping itu, peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Putu Oka Ngakan menemukan spesies pohon lokal tumbuh secara alami di area bekas tambang. Inilah yang kemudian menjadi titik awal Prof Oka bersama timnya mengkaji peran spesies pohon lokal yang tumbuh secara alami di lahan bekas tambang.

“Dulu waktu saya masih sering ke lapangan, saya perhatikan lahan bekas tambang setelah 20 tahun ditanami akasia justru berubah menjadi hutan muda penuh spesies lokal,” kenang Prof Putu Oka Ngakan, Senin (08/09). 

Menurutnya, tanah bekas tambang tidak sama dengan tanah biasa karena sudah terkontaminasi logam berat dan kehilangan lapisan suburnya. Hanya pohon lokal yang mampu bertahan dan berkembang karena sudah terbiasa hidup dalam kondisi ekstrem tersebut.

Berangkat dari pandangan itu, Prof Oka bersama timnya melakukan penelitian di lahan revegetasi tambang nikel Pomalaa. Mereka melakukan penelitian pada tiga kategori usia: satu tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun. Pada penelitian ini mereka membuat plot pengamatan, mencatat spesies pohon yang tumbuh, lalu membandingkan populasi pohon introduksi dengan pohon lokal.

Penelitian ini membuahkan hasil yang mengejutkan dan penuh harapan. Terdapat 15 pohon lokal yang tumbuh secara alami di lahan tersebut. Menariknya, seiring usia revegetasi pohon-pohon tersebut semakin berkembang. Jumlah dan kepadatannya juga semakin banyak. Sementara itu, perkembangan pohon introduksi yang ditanam pihak perusahaan justru semakin berkurang.

Jenis-jenis lokal seperti Buchanania arborescens, Alstonia macrophylla, Ficus sp., Syzygium sp., Colona scabra, Litsea sp., hingga Metrosideros cf. petiolata tampak mendominasi. Mereka tumbuh tanpa pupuk tambahan, tanpa perawatan intensif, dan tetap menunjukkan regenerasi dengan banyak anakan baru. Sebaliknya, spesies introduksi tidak memperlihatkan tanda regenerasi meski sudah sepuluh tahun ditanam.

Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini menunjukkan bahwa pohon lokal lebih adaptif dan siap membangun ekosistem baru di tanah pascatambang. Hal ini terlihat dari pola struktur pohon lokal berbentuk “J” terbalik. Pola itu menandakan bahwa regenerasinya kuat dan keberlanjutan. Sementara struktur populasi pohon introduksi berbentuk “J”, artinya regenerasinya lemah. 

Prof Oka menegaskan bahwa fungsi utama pohon lokal bukanlah hasil kayu atau buah, melainkan untuk memperbaiki tanah. “Setelah tanah membaik, barulah pohon buah bisa ditanam,” katanya dalam wawancara. Dengan kata lain, pohon lokal menjadi pionir yang mempersiapkan lahan untuk generasi tumbuhan berikutnya.

Selain manfaat ekologis, pendekatan ini juga membuka peluang sosial. Bibit pohon lokal tidak tersedia di pasar, berbeda dengan akasia atau sengon. Hal ini memungkinkan masyarakat sekitar dilibatkan untuk mencari bibit dari hutan, kemudian menjualnya kepada perusahaan tambang.

“Kalau masyarakat yang menyediakan bibit, mereka merasa ikut memiliki proses rehabilitasi,” tambah Prof Oka. 

Model seperti ini memberi penghasilan tambahan bagi warga sekaligus mengurangi potensi konflik sosial. Dengan begitu, keberadaan perusahaan tambang dapat membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Bagi peneliti, temuan ini menegaskan pentingnya memberi ruang bagi proses suksesi alami. Alam memiliki cara tersendiri untuk memulihkan luka, melalui pionir-pionir tangguh dari spesies lokal. Jika manusia mau mengikuti mekanisme itu, rehabilitasi bisa lebih berhasil dan berkelanjutan.

Pesan yang lahir dari penelitian ini sederhana tetapi bermakna besar. Restorasi lahan pascatambang tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan cepat atau nilai ekonomi jangka pendek. Sebaliknya, strategi harus berangkat dari pemulihan ekologi agar lahan benar-benar siap mendukung kehidupan baru.

Di tengah derasnya ekspansi tambang nikel di Indonesia, riset ini menjadi pengingat akan pentingnya keberlanjutan. Alam sudah menyediakan solusi melalui pohon lokal yang tahan racun dan mampu memperbaiki tanah. Hal yang perlu dilakukan hanyalah keberanian untuk memilih jalur berkelanjutan dibanding sekadar jalan cepat.

Seperti ditegaskan Prof Oka, “Kalau ingin tanah pascatambang kembali hijau, jangan buru-buru tanam durian. Mulailah dengan pohon lokal yang memang tahan hidup di tanah beracun.” Kalimat ini sederhana, tetapi mengandung arah jelas bagi masa depan ekologi tambang di negeri ini.

Narasi ini menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan tidak selalu memerlukan teknologi mahal atau spesies asing yang menjanjikan. Kadang, jawaban terbaik justru datang dari potensi lokal yang tumbuh tanpa pamrih untuk menyembuhkan tanah yang luka. Dari akar-akar itulah, harapan hutan pascatambang Indonesia bisa kembali tumbuh.

Afifah Khairunnisa

Tags: IpteksLingkunganpohon lokaltambangTambang nikeltambang nikel Pomalaa
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

PPK Ormawa HMIK FIKP Unhas Hadirkan Inovasi Padi Terapung di Pesisir Pangkep

Next Post

CV Solusi Klik Menggugat Unhas, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya!

TRENDING

Liputan Khusus

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

Di Balik Cerita Kehadiran Bank Unhas

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In