Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Bundel

Atmosfer Akademik, Dulu dan Kini

6 Desember 2025
in Bundel
Potongan Laporan Utama dari terbitan identitas edisi Awal Maret 2005 dengan judul "Atmosfir Akademik Masih Menggantung di Awan". Foto: Arsip identitas

Potongan Laporan Utama dari terbitan identitas edisi Awal Maret 2005 dengan judul "Atmosfir Akademik Masih Menggantung di Awan". Foto: Arsip identitas

Editor Muhammad Nur Ilham

Atmosfer akademik di lingkup perguruan tinggi bukan hanya terkait fasilitas megah atau barisan profesor dengan gelar panjang. Hal ini terkait tradisi berpikir kritis dan etos keilmuan yang hidup di tengah civitas academica. 

Di Universitas Hasanuddin (Unhas), atmosfer akademik saat ini seolah kembali menemukan pijaknya, meskipun langkahnya belum sepenuhnya mantap. Kegiatan diskusi ilmiah menunjukkan peningkatan, ruang-ruang seminar terisi, dan kuantitas penelitian semakin digencarkan. 

BacaJuga

Rekam Jejak Huru-Hara di FH Unhas

Ketika Domino Picu Krisis Etika di Kampus

Pada 2023, identitas melaporkan, Unhas telah melahirkan empat jurnal publikasi terindeks scopus. Dengan optimalnya jurnal publikasi ini menunjukkan atmosfer akademik di Unhas yang semakin menebal.

Meksi kemajuan terus dicapai, bayang-bayang masa lalu belum sepenuhnya menghilang. Tinjauan sejarah menunjukkan bahwa dinamika atmosfer akademik Unhas telah melewati fase-fase penting, mulai dari semangat pembaruan hingga kekecewaan yang pahit. 

Tahun 1998 menjadi penanda penting ketika Rektor Prof Dr Radi A Gany mengusung gagasan reorientasi pemberdayaan tradisi akademik yang disebutnya telah mengabur dalam satu dekade terakhir. 

Dalam laporan Identitas pada Januari 1998, disebutkan bahwa semangat ini tampak dalam berbagai aktivitas kampus, meskipun dalam skala kecil. Prosesi wisuda yang sarat simbol akademik menjadi contoh kecil betapa rindunya civitas academica Unhas dengan suasana tersebut.

Namun, memperkuat tradisi akademik bukanlah kerja yang mudah. Identitas mencatat dalam salah satu pidatonya kala itu, Radi menyerukan perlunya keterlibatan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unhas sebagai salah satu pilar kampus untuk menampilkan budaya kritis dan ilmiah dalam setiap aktivitasnya. 

Ia juga mendorong agar dosen dan profesor, yang jumlahnya saat itu mencapai seratus orang, tidak hanya mengajar tetapi aktif meneliti dan mengembangkan keilmuan. Selain itu, sistem birokrasi dan pelayanan akademik juga perlu dikaji ulang agar mendukung semangat kembali ke marwah akademik yang seharusnya.

Tak berhenti di situ, dalam wawancara khusus dengan Identitas pada Januari 1999, Radi menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang otonom dan berbasis jurusan. Ia juga berbicara tentang Unhas sebagai institusi yang harus tahu ke mana arah yang dituju, bukan hanya sebagai “teaching university” tetapi juga “research university.” 

Dari situlah mulai terlihat pergeseran pola pikir yang tidak sekadar fokus pada pengajaran, tetapi pada pengembangan ilmu pengetahuan sebagai misi utama. Namun, idealisme ini jelas tidak cukup jika tidak dibarengi dengan konsistensi pelaksanaan.

Sayangnya, idealisme itu mulai diuji pada 2000. Jika dua tahun sebelumnya dipenuhi dengan narasi optimisme, maka tahun ini justru menghadirkan nada sinis dan kecewa. 

Identitas mencatat, cerita inspeksi mendadak ala Prof Radi yang sempat dipuji karena menyentuh realitas kampus secara langsung berakhir sebagai langkah setengah jalan. 

Banyak kalangan menilai bahwa rektor kembali “bertapa” di Rektorat tanpa tindak lanjut berarti. Data menunjukkan, hanya 20 persen mahasiswa mengunjungi perpustakaan pusat, dan lebih parahnya lagi, dosen hanya dua persen saja. 

Gedung penelitian yang megah pun tampak sepi dari aktivitas. Kritik tajam datang dari kalangan dosen dan mahasiswa, sindiran tentang guru besar yang ramai hanya saat rapat, atau atmosfer akademik yang justru terasa menekan mahasiswa, menjadi catatan penting dalam evaluasi kala itu.

“Idealnya, atmosfer akademik dapat menciptakan iklim yang kondusif, namun pelaksanaannya malah meresahkan mahasiswa,” ungkap Matewakkang, aktivis mahasiswa kala itu.

Setelah kembali terpilih sebagai rektor unhas untuk periode 2001-2005, janji Radi untuk mewujudkan atmosfer akademik masih terus ia gaungkan disertai strategi seperti penataan kelembagaan, pengembangan kemitraan, dan perbaikan infrastruktur kampus.

Namun, pada Maret 2005, identitas mencatat realitas di lapangan yang tak sepenuhnya mencerminkan semangat tersebut. Aktivitas ilmiah mahasiswa kalah gaung dibanding festival, ospek, dan hura-hura. 

Diskusi antar fakultas menjadi langka, sedangkan konflik antar mahasiswa lebih sering terjadi. Dosen pun lebih fokus mengajar di luar atau mengerjakan proyek daripada membina interaksi ilmiah di kampus.

Meski demikian, ada keberhasilan di sisi infrastruktur. Berbagai gedung baru dan fasilitas modern hadir, seperti di Fakultas Kedokteran dan beberapa unit lain. Sayangnya, pembaruan fisik belum dibarengi dengan penguatan jiwa akademik. 

Kini, dua dekade lebih berlalu sejak semangat perubahan itu digagas. Di era digital dan disrupsi informasi seperti sekarang, tantangan yang dihadapi Unhas tidak lagi sekadar soal fisik atau administratif, tetapi bagaimana menjaga semangat ilmiah tetap hidup di tengah kemudahan copy-paste. 

Atmosfer akademik bukan sesuatu yang bisa diciptakan hanya dengan jargon atau proyek. Ia adalah budaya yang tumbuh dari keseharian di ruang kelas yang dinamis, laboratorium yang produktif, hingga obrolan kritis di warung kopi kampus. 

Upaya untuk memperbaikinya harus konsisten dan menyeluruh, melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa, dosen, birokrasi, hingga kebijakan universitas itu sendiri.

Rika Sartika

Tags: atmosfer akademikDosenilmiahKampuskopriMahasiswaPerubahanProf Radi A GanyUnhas
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

Riuh Satwa di Pasar Hobi Makassar

Next Post

Dialog Akhir Tahun ISLA Unhas Soroti Strategi Pengelolaan Pembangunan Sektor Kelautan

TRENDING

Liputan Khusus

Pemdes Bonto Karaeng Dukung Program Pengabdian Mahasiswa KKN-T Unhas

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In