Apakah kamu pernah tersentak bangun tiba-tiba saat menyetir kendaraan? Atau hilang kesadaran sepersekian detik ketika menunggu lampu merah? Gejala tersebut dinamakan microsleep.
Menurut jurnal Proceedings National Conference For Community Service, microsleep merujuk dari periode istirahat singkat yang durasinya hanya berkisar dari sepersekian detik hingga setengah menit. Kondisi ini muncul sebagai respon tubuh terhadap rasa lelah ekstrem.
Secara ilmiah, periode singkat ini merupakan jeda tidur tak terhindarkan yang memaksa otak untuk rehat sejenak. Orang dengan microsleep akan gagal merespon lingkungan sekitarnya, sebuah kondisi yang sangat berbahaya, apalagi saat melakukan perjalanan.
Untuk itu identitas merangkum 7 tips agar kamu dapat mengatasi ancaman microsleep.
1. Segera lakukan power nap di tempat aman
Jika rasa kantuk tak tertahankan muncul, wajib menghentikan laju kendaraan di tempat yang aman seperti Rest Area atau SPBU. Langkah ini sangat penting demi keselamatan di jalan.
Dilansir dari Hello Sehat, tidur dalam waktu singkat selama 20 hingga 30 menit dapat membantu mengisi energi dan membuat kamu fokus lebih lama, jauh lebih aman daripada memaksa menyetir dalam kondisi setengah sadar.
Akan tetapi, pastikan kamu tidak terlelap lebih dari itu. Jika terlalu lama justru akan merasa semakin lesu, kebingungan, dan tidak bertenaga saat terbangun.
2. Ambil jeda dan bergerak setiap 1 hingga 2 jam
Saat menempuh perjalanan panjang, berhenti setiap 1 hingga 2 jam, turunlah dari kendaraan kemudian lakukan peregangan ringan. Jeda ini sangat penting untuk mengaktifkan bagian-bagian otak dan mencegah kebosanan yang memicu microsleep akibat stimulasi berkendara yang monoton.
3. Dengarkan musik up beat dan lakukan obrolan menarik
Stimulasi audio dan vokal sangat efektif untuk mengusir kebosanan dan mencegah microsleep. Musik dengan irama kencang dan beat yang ceria mampu menaikkan suasana hati. Hal tersebut efektif memberikan dorongan energi positif saat kamu merasa terlena dan lelah terlebih ketika saat berkendara.
Dikutip dari The Better Sleep Council, berbicara dapat meningkatkan laju pernapasan. Hal tersebut dapat menghasilkan suplai oksigen lebih banyak ke dalam aliran darah, kemudian secara alami membantu meningkatkan dan mempertahankan kewaspadaan saat menyetir.
Jika kamu sedang sendirian, pilihlah lagu yang membuat kamu ingin turut bernyanyi keras, karena aktivitas bersuara lantang memerlukan perhatian penuh. Jika Sobat iden bersama teman, cobalah untuk melakukan percakapan seputar topik seru dan menarik.
4. Mengunyah permen
Gerakan mengunyah, terutama permen mint atau karet, dapat memberikan stimulasi sensorik yang kuat pada saraf wajah dan rahang. Tindakan ini mengirim sinyal waspada ke otak, menjadikannya trik cepat untuk melawan kantuk ringan saat berkendara.
Dilansir dari Suzuki.co.id, permen karet juga dipercaya mampu menurunkan kadar hormon stress sehingga kamu jauh lebih tenang ketika berkendara.
5. Jaga asupan cairan tubuh
Kondisi tubuh yang kekurangan air dapat mendatangkan rasa lelah serta menurunkan daya fokus seseorang. Kebiasaan mengantuk saat menyetir menjadi pertanda fisik memerlukan asupan cairan segera.
Selalu sediakan air minum agar tubuh tetap terhidrasi, hal ini dapat menjadi langkah mudah melawan kelelahan.
6. Konsumsi minuman berkafein
Minum kopi dapat membantu mengatasi microsleep karena efek kafein yang memberi stimulan. Kamu dapat meminum kopi saat kurang tidur dan sebelum melakukan perjalanan.
Namun perlu diingat bahwa efek zat ini memerlukan sekitar setengah jam untuk mulai bekerja penuh di dalam tubuh. Jadi, jangan harap efek peningkatan kesadaran akan terjadi secara instan setelah mengonsumsi kopi, terlebih mendekati jam istirahat malam karena justru akan merusak kualitas tidur.
7. Tidur cukup
Selalu pastikan tubuh mendapat waktu pemulihan yang memadai setiap malam. Umumnya, individu dewasa memerlukan sekitar 7-9 jam tidur dengan mutu terbaik.
Jangan pernah memaksakan diri berkendara jarak jauh atau pulang malam jika jam tidur terpotong. Tidur cukup merupakan asuransi terbaik untuk kewaspadaan sebelum memulai perjalanan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, buatlah jadwal istirahat, seperti menentukan rutinitas harian dengan menetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya.
Setelah membaca poin di atas, sekarang kamu telah memahami semua kiat penting mengatasi microsleep, terutama yang mengancam keselamatan di jalan. Kondisi berbahaya ini bukan hanya rasa lelah biasa, melainkan sebuah alarm ekstrem dari fisik.
Jika gejala seperti mata berat atau kepala terangguk muncul, segera ambil tindakan penanganan yang cepat dengan menepi dan lakukan power nap. Sobat iden jangan pernah meremehkan pentingnya istirahat yang memadai. Terapkan tips di atas untuk mencegah ancaman microsleep demi keselamatan diri dan orang lain di jalan!
Syarifah Khumairah
