Ribuan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berunjuk rasa tanggapi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang buruk dan tindakan represif aparat penegak hukum. Unjuk rasa ini berlangsung di bawah Jembatan Layang AP Pettarani, Sabtu (30/08).
Salah seorang mahasiswa Unhas menyerukan delapan tuntutan utama dari aksi hari ini. Berikut daftar tuntutannya:
- Represivitas Aparat: Adili tersangka penabrakan massa aksi dan reformasi aparat kepolisian.
- Tunjangan DPR: Evaluasi alokasi dana DPR.
- Bara-Baraya: Pertahankan ruang hidup warga Bara-Baraya yang terancam oleh kebijakan eksploitatif.
- PBB-P2: Kaji lebih dalam mengenai klusterisasi pajak dan evaluasi TKD.
- RUU Perampasan Aset: Segera sah-kan sebagai instrumen pemberantasan korupsi.
- Tolak Program MBG yang tidak bnerpihak pada kepentingan rakyat.
- Tertibkan tambang illegal yang merusak lingkungan, menyingkirkan masyarakat adat dan merugikan negara.
- Pendidikan Gratis: Optimalkan akses Pendidikan gratis untuk seluruh rakyat tanpa diskrim inasi.
“Semoga dunia mendengar apa yang kami sampaikan hari ini, dan semoga wajah-wajah pemberani akan terus terlahir dari aksi kita hari ini,” ujarnya setelah membacakan tuntutan.
Dari pantauan identitas di lokasi aksi, massa membubarkan diri pada pukul 17.45 Wita. Unjuk rasa itu juga berlangsung damai tanpa adanya kericuhan.
Lyth
