Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah (Humanis) Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (KMFIB-UH) mengadakan Ngopi (Ngobrol Sambil Berpikir). Kegiatan ini mengangkat topik “Rekontruksi Sejarah: Menemukan dan Menulis Kembali Identitas Bangsa Indonesia” yang berlangsung di Ruang FIB 212, Jumat (23/05).
Kegiatan menghadirkan dosen Departemen Ilmu Sejarah Unhas, Dr Suriadi Mappangara MHum sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Suriadi menyoroti pentingnya penulisan sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. Ia menegaskan, penulisan sejarah Indonesia sering kali didominasi sudut pandang kolonial Belanda.
“Setelah kita merdeka di tahun 1945 itu timbul pertanyaan bagaimana kita harus menulis sejarah Indonesia. Selama ini kita beranggapan bahwa penulisan sejarah Indonesia itu dibuat dari kacamata orang-orang Belanda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suriadi juga menyinggung perkembangan terbaru dalam sejarah Indonesia. Sebab saat ini, terbentuk Departemen Kebudayaan yang kini berdiri sendiri di bawah kabinet Presiden Prabowo dengan Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan.
“Baru-baru ini, 112 sejarawan, termasuk empat dari Unhas, berkumpul di Bogor untuk menulis sejarah Indonesia dari masa prasejarah hingga era Prabowo. Proyek ini direncanakan akan menghasilkan sepuluh jilid buku,” tambah dosen sejarah itu.
Namun menurutnya, penulisan sejarah harus dilakukan secara berkelanjutan seiring ditemukannya informasi baru dari hasil penelitian. “Ada periode-periode tertentu untuk menulis sejarah seperti kurang lebih sepuluh sampai lima belas tahun untuk menulis sejarah,” tegasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa sejarah untuk berperan aktif menulis sejarah lokal, seperti sejarah Sulawesi Selatan, dengan memanfaatkan literatur yang sudah ada. “Tidak harus selalu turun ke lapangan. Kumpulkan buku-buku sejarawan tentang Sulawesi Selatan, olah sendiri, dan tulis sendiri dengan gaya sendiri,” pungkasnya.
Nayla Maulidya
