Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Perpustakaan Desa”. Kegiatan berlangsung di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Kamis (23/01).
Proker ini diadakan dalam rangka mendukung pengembangan literasi masyarakat desa. Hal ini bertujuan menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat pengetahuan dan ruang belajar yang dapat diakses oleh semua kalangan.
Pada pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T melakukan pendataan ulang koleksi buku dirangkaikan dengan pelatihan untuk pengelola perpustakaan, menyusun ulang tata letak agar lebih nyaman dan membuat katalogisasi untuk memudahkan pencarian. Selain itu, terdapat pembuatan sistem manajemen perpustakaan, seperti pencatatan buku masuk dan keluar secara manual atau digital.
“Kami turut menghadirkan kegiatan membaca rutin bersama anak-anak setiap sore di aula desa. Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan membaca sejak usia dini sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan,” papar Rasnidar, salah satu mahasiswa KKN-T 113 Unhas.
Dalam sambutannya, Pengelola Perpustakaan Desa Moncongloe, Supriyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T Unhas dalam melaksanakan program ini. Ia mengungkap, perpustakaan desa adalah aset penting yang sering kali kurang dimanfaatkan.
“Dengan program ini, kami berharap masyarakat lebih aktif menggunakan perpustakaan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka. Salam Literasi,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Moncongloe, Nirwana mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. Menurutnya, perpustakaan desa sekarang terasa lebih hidup dan anak-anak memiliki tempat belajar yang menarik.
“Mereka lebih tertarik membaca buku cerita daripada bermain gadget. Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Unhas yang telah membawa perubahan positif di desa kami,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membantu menghidupkan kembali perpustakaan desa, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat belajar di kalangan masyarakat. “Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi awal yang baik bagi pengembangan literasi di Desa Moncongloe,” ungkap Rasnidar.
Nabila Rifqah Awaluddin