Siapa sih yang tidak mengetahui istilah bahasa isyarat? Bahasa isyarat merupakan salah satu alat komunikasi menggunakan simbol-simbol tanpa menggunakan suara atau dikenal dengan bahasa nonverbal. Adapun penggunaan simbol-simbol tersebut yaitu pergerakan tangan, mimik muka, dan gambar yang memiliki makna tertentu.
Bahasa isyarat digunakan oleh para teman tuli sebagai alat untuk berkomunikasi. Hal ini menjadikan bahasa isyarat sebagai alat yang sangat penting dalam membantu komunikasi bagi para teman tuli di seluruh dunia. Namun, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami dan menyadari pentingnya Bahasa Isyarat dalam kehidupan sehari-hari.
Ketidakpahaman tersebut seringkali menjadi hambatan dalam interaksi antara teman tuli dengan orang yang dapat mendengar. Hal ini dapat membuat sulitnya penyampaian pesan karena kurangnya pemahaman terhadap bahasa isyarat. Oleh karena itu, penting untuk kita semua meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan bahasa isyarat. Nah, Sobat iden tidak perlu risau, kali ini Identitas merangkum beberapa tips yang dapat digunakan untuk memulai belajar bahasa isyarat bagi kalian yang pemula.
1. Mengenal jenis-jenis Bahasa Isyarat
Di Indonesia, bahasa isyarat terdiri dari dua jenis bahasa isyarat. Salah satunya adalah Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). SIBI merupakan bahasa isyarat yang diadopsi dari American Sign Language (ASL). Selain ASL juga terdapat British Sign Language (BSL). SIBI dikenal sebagai bahasa yang menyimbolkan tata bahasa lisan Indonesia ke dalam bahasa isyarat buatan sehingga memiliki struktur yang sama memiliki awalan dan akhiran. Dikutip dari difabel.tempo.co, SIBI diterapkan dan disahkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui SK No. 0161/U/2994 pada 30 Juni 1994 tentang Pembakuan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia. Olehnya itu, SIBI dianggap lebih sulit karena memiliki kosakata yang baku dan rumit. SIBI hanya menggunakan satu tangan sebagai alat berkomunikasi.
Selain SIBI, terdapat Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Bahasa isyarat ini muncul secara alami dalam budaya Indonesia dan seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena penggunaannya yang mudah. BISINDO merupakan bahasa yang akrab digunakan oleh para teman tuli, bahkan sejak kecil. Karena berkembang secara alami dalam budaya Indonesia, BISINDO juga dipengaruhi oleh interaksi nilai-nilai tiap daerah.
2. Pelajari hal-hal dasar
Salah satu hal dasar yang perlu Sobat iden pahami ialah huruf. Tak berbeda dengan bahasa lainnya, bahasa isyarat juga memiliki 26 huruf alfabet. Ragamnya jenis bahasa isyarat, yaitu ASL, BSL, SIBI, dan BISINDO tentu juga memiliki bentuk huruf yang berbeda-beda, loh! Setiap huruf alfabet di bahasa isyarat memiliki tanda khusus. Dengan mengetahui dan mempelajari tanda khusus pada setiap huruf alfabet tersebut sehingga dapat mengeja huruf demi huruf sehingga terbentuk sebuah kata.
3. Pelajari ekspresi-ekspresi dasar
Setelah memahami hal-hal dasar tadi, selanjutnya mulai pelajari ekspresi-ekspresi dasar, Sobat iden. Ekspresi dasar ini akan membantu untuk berinteraksi dengan teman tuli walaupun belum terlalu mahir dalam menggunakan bahasa isyarat. Ekspresi-ekspresi dasar itu seperti memberi salam, meminta tolong, mengucapkan terima kasih, berkata iya, dan berkata tidak. Setelah memahami hal tersebut, selanjutnya mulailah untuk belajar kata-kata yang lebih spesifik. Selain gerakan tangan, gestur tubuh dan ekspresi wajah akan membantu dalam menekankan pesan yang ingin disampaikan.
4. Belajar secara mandiri
Belajar bahasa isyarat bagi pemula dapat dilakukan dengan memanfaatkan media yang tersedia. Seperti memanfaatkan website, video tutorial online, aplikasi pembelajaran, serta sumber belajar tertulis yang secara khusus dibuat untuk memahami bahasa isyarat sehingga dapat dilakukan sendiri secara mandiri, dimanapun dan kapanpun.
5. Mengikuti kelas Bahasa Isyarat
Demi menciptakan kehidupan masyarakat yang inklusif sehingga menumbuhkan kesadaran bagi sebagian orang, telah banyak platform yang menawarkan kelas kursus Bahasa Isyarat. Baik itu kelas daring maupun luring. Adanya kelas kursus tersebut dapat meningkatkan pemahaman bagi para pemula dalam belajar bahasa isyarat.
6. Berinteraksi langsung komunitas teman tuli
Dengan pembelajaran yang telah didapatkan sebelumnya, berinteraksi dengan teman tuli adalah salah satu cara agar dapat memahami komunikasi dan interaksi yang dilakukan oleh mereka. Selain itu, dengan bergabung atau berinteraksi secara langsung kita dapat mengetahui penggunaan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari dan memperluas koneksi.
7. Berlatih rutin
Kunci keberhasilan dari belajar adalah dengan praktik secara rutin. Sama halnya dengan mempelajari bahasa isyarat. Berlatih dengan menjadwalkan atau menyisihkan waktu dapat digunakan agar semakin terbiasa menggunakan bahasa isyarat atau seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, berinteraksi dengan teman tuli dapat meningkatkan keterampilan berbahasa isyarat.
Sobat iden, itulah tadi tujuh tips dalam memulai belajar bahasa isyarat. Dengan mempelajari bahasa isyarat, tidak hanya memudahkan komunikasi dengan teman tuli, tetapi juga membuka pintu untuk inklusi yang lebih besar dalam masyarakat. Belajar bahasa isyarat bukan hanya tentang memahami gerakan-gerakan tangan atau isyarat-isyarat yang digunakan, tetapi juga memahami budaya dan konteks di balik setiap isyarat. Sehingga, memahami bahasa Isyarat membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan komitmen untuk belajar secara berkelanjutan.
Miftah Triya Hasanah