Jumat, 9 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Jeklang Biografi

Jejak Kepemimpinan Beddu Amang, Sosok Pemikir Pangan Indonesia

22 Juni 2025
in Biografi, Figur, Headline

Prof Dr Ir H Beddu Amang MA. Foto: Istimewa

Editor Nabila Rifqah Awaluddin

“Jika seseorang tidak memiliki sifat berani, maka dia tidak mungkin menjadi pemimpin, yaitu berani mengambil keputusan dan inisiatif, serta berani menerima resiko.”

Demikian pesan dari Prof Dr Ir H Beddu Amang MA yang tersimpan abadi dalam buku Beddu Amang Biografi dan Pemikiran. Ia merupakan seorang eks pemimpin Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) 1995-1998, sekaligus dianugerahi sebagai Guru Besar Luar Biasa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Beddu Amang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936 dengan nama asli Abdur Rahman.  Namun, masa kecil Beddu lebih banyak dihabiskan di Makale dan Enrekang. Uniknya, ia menggunakan nama kecilnya tersebut untuk kebutuhan administrasi sekolah. 

BacaJuga

Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Akan Dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta

Unpaid Internship, Benarkah Memicu Eksploitasi SDM?

Ketika menginjak Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), nama di ijazahnya sudah tercatat resmi dan tidak bisa diubah lagi. Akhirnya, nama tersebut digunakan dan ia dikenal sebagai sosok Beddu Amang hingga sekarang. 

Setelah tamat SPMA, ia mencari ilmu hingga ke Tanah Jawa. Beddu Amang memulai pendidikan sarjananya di Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek) Universitas Gadjah Mada (UGM). Di saat yang bersamaan, ia juga diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pertanian.

Sejak kuliah, Beddu aktif berorganisasi dan menjadi aktivis mahasiswa sejak tahun 1960-an. Dirinya terpilih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Yogyakarta pada 1962. Ketika PKI menguasai beberapa wilayah Yogyakarta, Beddu Amang merupakan salah satu yang pelopor aksi mahasiswa untuk melawan partai tersebut.

Dalam sebuah closing statement acara HMI pada YouTube Islamic Student Association, ia menekankan agar pembubaran PKI menjadi sejarah. “Saya ingin tekankan supaya jadi sejarah, yakni pembubaran PKI dan ormas-ormasnya dipelopori oleh peran pancasila yang ketuanya ialah tokoh Islam Yogya dan HMI,” ucap Beddu Amang pada menit 1:32.

Setelah perjalanan panjang menyelesaikan sarjana, ia melanjutkan S2 dan S3 dalam bidang Pembangunan Ekonomi pada 1981. Beddu menempuh pendidikan di University of California, Amerika Serikat dengan maksud ingin memajukan dirinya dari segi akademik.

Gelar doktor yang ia dapat membawa Beddu Amang memangku peran dan jabatan strategis. Ia tercatat pernah menjadi Asisten I Menteri Negara Pangan (1993-1996), Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia selama dua periode (1993-1996 dan 1996-1999), Presiden Asian Society of Agricultural Economist (1996-1999), dan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) (1988-1999). 

Selama menjadi Ponggawa (pemimpin) KKSS, Beddu Amang dikenal sebagai seseorang yang memiliki sikap ramah, human touch, ulet, dan pekerja keras. Ia juga bersikap terbuka kepada semua elemen warga, serta menghargai dan menempatkan sebagai manusia dalam konsep Sipakatau, yaitu melihat individu sebagai pribadinya masing-masing.

Ketika KKSS mengalami masa kritis, Beddu Amang dengan sabar mendengarkan berbagai macam permasalahan, walaupun kerap membuat dirinya ikut pusing. Namun, ia tampak tenang dan tidak terjebak untuk meruncingkan perbedaan. Lebih dari itu, ia mampu mengatur beberapa pendapat guna mencari titik temu solusinya.

Kemampuannya ini ia salurkan pula ketika memegang jabatan yang paling berpengaruh, yakni sebagai Kepala Bulog periode 1995-1998. Dilansir dari Antara, saat masa jabatan Beddu Amang, ia berhasil menjaga dan mempertahankan ketersediaan pangan, serta melakukan operasi stabilisasi ketika krisis pangan di Indonesia.

Berkat rekam jejak dalam bidang Pertanian yang digeluti, ia dinilai berhak memiliki jenjang gelar yang lebih tinggi. Ada banyak universitas yang menawari Beddu, namun pilihannya jatuh kepada Unhas karena menurutnya paling aktif mengusulkannya untuk menjadi profesor.

Pada 6 September 1997, Beddu Amang resmi diangkat sebagai Guru Besar di Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Unhas. Ia menyampaikan sebuah pidato pengangkatan bertajuk “Peran Sektor Pertanian Menuju Pengembangunan Ekonomi Nasional”. Dirinya memberikan pandangan dan perhatian tentang masalah ekonomi pertanian, pangan, dan ekonomi kerakyatan.

Beddu Amang juga tercatat pernah menulis karya ilmiah serta mengajar di berbagai universitas. Adapun beberapa buku yang pernah diterbitkannya yakni Kebijaksanaan Pemasaran Gula di  Indonesia (1993), Pembangunan Pertanian dan Perdagangan Komoditi Pertanian di Kawasan Timur Indonesia (1995), dan Ekonomi Kedelai di Indonesia (1996).

Ada banyak pemikiran serta pengetahuannya tentang kondisi pangan, oleh karena itu wartawan menjulukinya sebagai “Orang Pasar”. Ia juga memberikan pandangan terkait pangan di Indonesia Timur, salah satunya pembangunan pertanian dengan prinsip Sustainable Agricultural Development. 

Dalam buku Beddu Amang Biografi dan Pemikiran, terdapat beberapa pandangan dari sahabatnya. Agus Sudono, salah seorang tokoh buruh legendaris Indonesia  memandang Beddu sebagai seseorang yang menginginkan masyarakat sejahtera. Lain halnya dengan tokoh HAM dan sosial-ekonomi HS Dillon yang memandangnya sebagai sosok yang memadukan teori dan pengalaman.

Di akhir masa hidupnya, ia diketahui beberapa kali melakukan cuci darah. Pada 9 Januari 2021, kabar duka menyelimuti keluarga besar Bulog. Beddu Amang mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, namun tidak diketahui penyebab sakit yang dideritanya.

Meski dirinya sudah tiada, jasa dan pemikirannya akan selalu terpatri dan bermanfaat bagi industri pangan di Indonesia hingga saat ini.

 

Aliyah Fadhilah

Tags: Beddu AmangGuru Besar Luar Biasa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas HasanuddinKepala Badan Urusan Logistik (Bulog)Pemikir Pangan IndonesiaProf Dr Ir H Beddu Amang MA
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

UKM DBI Unhas Gelar HSDC 2025 Hadirkan Dua Kategori Lomba

Next Post

Pertandingan Sahabat Lama di Panggung Kemenangan

TRENDING

Liputan Khusus

Pemdes Bonto Karaeng Dukung Program Pengabdian Mahasiswa KKN-T Unhas

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In