Program Studi Ilmu Aktuaria Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas mengadakan Webinar Pengenalan Prodi Ilmu Aktuaria, menghadirkan Dekan FMIPA Unhas, Dr Eng Amiruddin M Si, yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting, Sabtu (20/02).
Kegiatan ini dimoderatori Mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria Unhas angkatan 2020, Abinizaf Fikra Taim, dengan pemateri Ketua Program Studi Ilmu Aktuaria, Dr Amran Rahim S Si M Si dan Aktuaris untuk pelayanan dan pengembangan usaha PT. Reasuransi MAIPARK Indonesia, Akmal Yunus S Si M Si.
Pada kesempatannya, Akmal memaparkan, aktuaris merupakan suatu profesi yang menganalisis data keuangan untuk menentukan resiko dan probabilitas kerugiaan yang dialami suatu perusahaan melalui penggunaan ilmu Statistika, Matematika, dan lain-lain.
“Menjadi seorang aktuaris itu dituntut untuk menguasai banyak disiplin ilmu, salah satunya yaitu ilmu aktuaria,” tambah Akmal.
Peran aktuaris dalam proses bisnis perusahaan sangat banyak, seperti perancangan produk asuransi, peningkatan kualitas data, kajian proteksi reasuransi, risk management, perhitungan cadangan teknis, dan kajian strategi investasi.
“Perlu diketahui bahwa seorang Aktuaris tidak hanya bekerja pada perusahaan asuransi, tetapi bisa bekerja di perusahaan non asuransi,” ujar Akmal.
Jenjang karir dan pendapatan seorang Aktuaris tergantung pada tingkatannya. Misalnya untuk Actuarial Analyst kisaran pendapatan 7 hingga 8 juta, dan Fellow Societies Actuary Indonesia Appointed Actuary (FSAI) kisaran pendapatan lebih dari 50 juta.
Lebih lanjut, Akmal menyampaikan, cara-cara untuk menjadi Aktuaris. Pertama, kuliah jurusan Ilmu Aktuaria, kedua mengikuti jalur kerjasama dengan Perguruan Tinggi ditambah ujian profesi, ketiga mengikuti jalur ujian profesi yang diadakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).
“Untuk ujian yang diadakan oleh PAI biasanya dilakukan dalam tiga kali dalam setahun, dengan 9 mata ujian wajib dan 1 mata ujian pilihan,” jelas Akmal.
M203