Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) membahas Hakikat Logika dan Berpikir Rasional dalam Kelas logika. Kegiatan ini berlangsung di Lab Fotografi FISIP Unhas, Kamis (27/11).
Materi tersebut dibawakan oleh Koordinator CSC Periode 36, Fahmi Fahrezy. Dalam kesempatannya ia menyampaikan logika membantu mahasiswa memahami cara menarik kesimpulan yang tepat. Terdapat perbedaan penalaran induktif dan deduktif, serta pentingnya premis yang jelas sebelum membuat kesimpulan.
Materi kemudian masuk pada tiga prinsip berpikir logis yang meliputi konsep, proposisi, dan proses penalaran. Ia memberi contoh sebuah pernyataan harus bisa dinilai benar atau salah, sebelum digunakan dalam argumen.
Di pembahasan berpikir rasional, pemateri menyebut keputusan yang baik berangkat dari alasan yang dapat dijelaskan. Ia menekankan bahwa akal menjadi dasar dalam menilai informasi.
“Kita hidup di tengah arus informasi yang cepat sehingga kemampuan berpikir logis sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia memperkenalkan bentuk berpikir analitis dan sintetis sebagai cara memahami persoalan kompleks. Peserta diajak melihat bagaimana dua pendekatan itu digunakan untuk membedah dan merangkai informasi.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta memberikan contoh kesalahan penalaran. Pemateri menjelaskan bahwa kekeliruan muncul dari proses menarik kesimpulan yang tidak runtut, bukan dari premis.
Saat menjawab pertanyaan peserta lain, ia menegaskan bahwa proses berpikir harus diperiksa ulang sebelum diyakini. “Kalau alasan di balik sebuah klaim tidak jelas, itu tanda bahwa kita perlu berhenti dan memeriksa ulang,” katanya.
Sesi ditutup dengan latihan penerapan logika melalui identifikasi konsep dan proposisi. Pemateri menilai kemampuan berpikir jernih penting agar mahasiswa tidak mudah terjebak dalam informasi yang dibingkai secara menyesatkan.
Fahry Muhammad
