Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Basic Journalistic Class dengan tema “Exploring The World of Journalistic”. Kegiatan ini berlangsung di Student Centre Fakultas Kedokteran Unhas, Sabtu (22/02).
Dipandu oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Eno Zakira, kegiatan ini menghadirkan Founder Yayasan Ruang Antara sekaligus Jurnalis IDN Times, Irwan Idris. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang pentingnya teknik riset dan wawancara dalam menggarap sebuah liputan yang berkualitas.
“Riset yang baik adalah kunci keberhasilan dalam liputan jurnalistik. Dengan menerapkan teknik riset yang tepat, jurnalis dapat menghasilkan berita yang akurat, informatif dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irwan menguraikan berbagai jenis riset dalam jurnalistik. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga jenis riset, yaitu riset primer, sekunder dan investigatif.
“Riset primer dilakukan secara langsung seperti wawancara, observasi, dan liputan langsung, sedangkan riset sekunder menggunakan sumber yang telah ada seperti buku, jurnal, laporan penelitian atau data statistik,” tambah Irwan.
Irwan juga mengungkapkan bahwa hal paling mahal yang dimiliki oleh seorang jurnalis adalah integritas.
“Hampir di setiap kantor berita, hal yang paling menjaga kehormatan dunia jurnalistik adalah integritas masing-masing individu yang bekerja sebagai jurnalis,” ungkapnya.
Ia turut membahas istilah “The Sleeping Buddha” yang sering digunakan dalam dunia jurnalistik untuk mengkritik jurnalis yang malas melakukan riset dan wawancara langsung di lapangan. Istilah ini mencerminkan kurangnya inisiatif dan sikap pasif dalam menggali informasi secara mendalam.
Melalui Basic Journalistic Class ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang dunia jurnalistik serta mengasah keterampilan dalam melakukan riset dan wawancara.
Athaya Najibah Alatas