Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Bundel

Lika-Liku Persma dalam Catatan identitas

19 November 2025
in Bundel
Potongan Laporan Khusus terbitan identitas edisi Awal Januari 2001 dengan judul "Wajah Baru Pers Mahasiswa". Foto: Arsip identitas

Potongan Laporan Khusus terbitan identitas edisi Awal Januari 2001 dengan judul "Wajah Baru Pers Mahasiswa". Foto: Arsip identitas

Editor Muhammad Nur Ilham

Sejak awal lahirnya pers mahasiswa (Persma), tidaklah jarang mereka mendapat “eksekusi” dari kalangan tertentu. Mulai dari intimidasi, intervensi, hingga persekusi kerap kali dialami oleh para pemburu berita. Saat Peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974, Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) yang kala itu sangat galak dan lantang mengawal aksi protes harus ditahan tanpa didahului dengan proses hukum. 

Setelah peristiwa Malari, berbagai tulisan di beberapa media massa, baik umum maupun media kampus dianggap telah mencederai wibawa kepemimpinan nasional. Mereka mengalami penindasan dengan ditangkap secara paksa serta kehilangan kebebasan mereka untuk berekspresi. Tercatat ada sekitar puluhan aktivis pers kampus diculik dan diinterogasi dengan tujuan yang tak jelas. 

BacaJuga

Rekam Jejak Huru-Hara di FH Unhas

Ketika Domino Picu Krisis Etika di Kampus

Di samping itu, berbagai media massa diberedel oleh pemerintah dan media mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) saat itu bernama Dunia Mahasiswa ikut terkena getahnya. Dari pemberedelan itulah, identitas didirikan untuk menggantikan Dunia Mahasiswa (Dumas) yang telah berhenti terbit.

Namun, sejak awal terbit, identitas telah melalui berbagai dinamika. Dalam terbitan Januari 1983 terungkap, identitas pernah menghadapi konflik dengan salah satu bagian di Fakultas Ilmu-Ilmu Kedokteran (FIIK), yang saat ini dikenal sebagai Fakultas Kedokteran (FK). Sebagai ganjarannya, identitas dilarang beredar di salah satu bagian di lingkungan FIIK Unhas kala itu.

Tidak hanya itu, identitas juga sempat bersitegang dengan Lembaga Ilmu Alamiah dasar (LIAD) hingga memuncak saat identitas merayakan ulang tahun pertamanya pada 1976. identitas kembali dilarang beredar di kampus sendiri dan hari jadi pertamanya tidak diperingati.

Pada Januari 1978, terjadi dua konflik penting yaitu adanya pemberedelan yang turut menimpa surat kabar kampus lainnya di Indonesia. Kemudian, adanya penyebaran poster yang dilakukan pada 28 Desember 1977 memicu kendala dalam peliputan oleh identitas. Akibatnya, surat kabar tersebut baru bisa terbit pada Maret 1978. 

Begitu banyak konflik dan ketegangan lainnya yang terjadi, baik antara identitas dengan berbagai pihak di Unhas, ataupun beberapa individu yang tersinggung lantaran sepotong kalimat kritik identitas. Bukanlah suatu hal yang mengejutkan jika pengasuh identitas tidak diajak berbicara selama setahun hanya karena sebuah tulisan tidak dimuat. 

“Jumlah konflik yang terjadi selama delapan tahun berjumlah 42 kali,” tutur Anwar Arifin kala itu dalam laporan identitas edisi Januari 1983.

Pada Januari 2001, identitas mencatatkan kembali rentetan dinamika persma. Pada 1997, sebuah media kampus Mahasiswa Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) dicabut izin terbitnya oleh Dekan Fakultas Ekonomi Undip akibat memuat foto Megawati sedang bersalaman dengan Soeharto. Namun, Soeharto kala itu tidak mengambil tindakan apapun.

Terlebih lagi, saat adanya pemberlakuan normalisasi kehidupan kampus yang semakin menekan aktivitas pers mahasiswa melalui Undang-undang Pokok Pers. Dewan Pers pun menerbitkan edaran agar meniadakan istilah wartawan kampus. Akibat keputusan tersebut, begitu banyak penganiayaan yang menimpa pers mahasiswa dalam aktivitasnya. 

Tidak hanya itu, salah satu fotografer Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Teknokra Universitas Lampung (Unila), Saidatul Fitriah wafat dalam keadaan yang tidak diharapkan. Fotografer yang akrab disapa Atul itu menjadi korban kekerasan aparat saat sedang meliput Tragedi 28 September 1999 di Bandar Lampung. 

Aksi menentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) itu menjadi tugas terakhirnya di SKM Teknokra dengan tulang tengkorak retak imbas kebiadaban militer. Atul menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Abdoel Moeloek lima hari setelah tragedi tersebut. 

“Setiap manusia di dunia ini mendapatkan perlindungan oleh negara, tidak terkecuali wartawan-wartawan kampus ini. Selain perlindungannya sebagai warga negara, juga perlindungan dari tugasnya sebagai wartawan,” terang Drs Mansyur Semma, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi saat itu dalam laporan identitas Awal Januari 2001.

Pada kenyataannya, kejadian seperti itu kerap kali menimpa para pencari berita di kampus Unhas. Baik terror penguasa yang berbaju militer, ataupun pemukulan yang beratasnamakan oknum “mahasiswa” itu sendiri. Jika bukan karena tindakan represif penguasa, mungkin tindakan komunitas lingkungan yang ada di sekitarnya. 

“Lawan Anda bukan lagi penguasa, tapi kawan Anda sendiri,” ujar Drs Amran Razak, Pembantu Rektor III Unhas, yang juga mantan aktivis pers. 

Pada 10 November 2000, salah satu fotografer identitas, Sayid Alwy Fauzy mengalami penganiayaan oleh mahasiswa ketika meliput tawuran di Unhas. identitas mencatat, Alwy sempat hilang selama beberapa waktu setelah dianiaya dalam kejadian itu.

Fotografer identitas, Anwar, juga sempat mengalami situasi serupa pada 2017. Ia diancam akan dibusur oleh salah seorang demonstran saat sedang mengambil gambar di tengah keributan aksi unjuk rasa sekelompok orang yang mengatasnamakan diri solidaritas Kulon Progo di Pintu 1 Unhas. 

Akhirnya, Anwar bergegas pergi menghindar dan kembali ke Rumah Kecil identitas. Namun, persis di parkiran Gedung Rektorat, ia dihampiri seseorang berpakaian kaos oblong tentara dan mengambil paksa kameranya. Dalam laporan identitas Desember 2017, setelah melapor ke Satpam, Anwar diarahkan oleh seorang tentara di Markas Raider untuk mengambil kembali kamera tersebut setelah melalui lobi yang cukup lama.

Segala rintangan yang dihadapi identitas kerap mengganggu kelancaran redaksi, namun besarnya tantangan yang ada akan membuka lebar peluang yang dapat diperoleh. Dalam setiap babak sejarahnya, identitas terus beradaptasi dalam menghadapi hiruk-pikuk dunia pers mahasiswa dengan keteguhan dan dedikasi untuk menyuarakan kebenaran. 

Nurul Fathiyah Salsabila A

Tags: jurnalismeKampuskonfilikPersPersmasurat kabarterbitanUnhasUniversitas Hasanuddin
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

Dosen FISIP Unhas Bahas Ketahanan SDM dalam Dinamika Ketenagakerjaan

Next Post

Tim FKG Unhas Raih Juara 1 Literature Review di Dentistry Smart 2025

TRENDING

Liputan Khusus

Pemdes Bonto Karaeng Dukung Program Pengabdian Mahasiswa KKN-T Unhas

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In