Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (06/01).
Sosialisasi ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait konsep reduce yang menekankan pengurangan penggunaan barang sekali pakai, reuse sebagai upaya memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta recycle berupa proses pengolahan sampah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.
Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Langkah ini dipandang sebagai upaya awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Perubahan dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari kesadaran individu dan kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga sebagai unit terkecil dalam masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Unhas, Welia Wulandari.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan komunikatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta penerapan praktik sederhana. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi, yang menunjukkan adanya ketertarikan serta kebutuhan akan informasi dan pendampingan berkelanjutan terkait pengelolaan sampah.
“Keberhasilan pengelolaan sampah berbasis 3R bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan pemahaman yang baik serta kemauan dan kerja sama, pengelolaan sampah lingkungan dapat menjadi pola hidup masyarakat Kelurahan Rappang,” ungkap Welia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat Kelurahan Rappang akan pentingnya peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penerapan konsep 3R diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Masyita
