Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin memaparkan program kerja melalui Seminar Program Kerja yang digelar di Aula Kelurahan Tamalanrea Jaya, Selasa (06/01).
Kegiatan yang berlangsung pada hari tersebut berjalan lancar dan interaktif serta dihadiri oleh aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga setempat.
Mengusung tema KKN Perubahan Iklim, mahasiswa KKN-T Gelombang 115 memfokuskan pengabdian pada isu-isu lingkungan, khususnya permasalahan sampah yang selama ini menjadi keresahan utama masyarakat Kelurahan Tamalanrea Jaya.
Koordinator Kelurahan Tamalanrea Jaya, Muhammad Faiz Alghifari, menyebutkan bahwa program KKN berbasis pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi dan edukasi, tetapi juga menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Salah satu program kerja yang menjadi sorotan ialah pengembangan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk sistem pemilah sampah digital. Program tersebut merupakan program kerja individu anggota KKN-T 115 Unhas Tamalanrea Jaya, Rayhanjahzari Muhammad Nuzilalfikri.
“Program ini dirancang sebagai sarana edukasi dini bagi siswa sekolah dasar dengan tujuan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak usia awal melalui pendekatan teknologi interaktif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sehingga lebih seru dan menarik bagi siswa,” tutur Ray.
Secara umum, KKN-T 115 Unhas Tamalanrea Jaya mengusung total 11 program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Lebih lanjut, sasaran kegiatan mencakup siswa sekolah, warga sekitar, hingga tokoh masyarakat, dengan harapan tercipta perubahan pola pikir kolektif terhadap pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Melalui program-program tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan berbagai alternatif metode pengelolaan sampah guna meminimalkan sampah yang terbuang sia-sia serta mengurangi volume sampah yang bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan inovasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju budaya sadar lingkungan di tingkat masyarakat,” tutupnya.
Aliyah Fadhilah
