Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Jeklang Biografi

Mappinawang dan Nilai Kepemimpinan Empatinya

30 Agustus 2025
in Biografi, Figur, Headline
Mappinawang dan Nilai Kepemimpinan Empatinya

H Andi Mappinawang SH MH. Foto: Dokumentasi Pribadi

Editor Nabila Rifqah Awaluddin

H Andi Mappinawang SH MH dikenal sebagai sosok yang memiliki empati tinggi dan kepedulian luar biasa terhadap sesama. Dirinya selalu siap membantu masyarakat tanpa memandang status sosial, menjadikan dirinya figur yang dapat diandalkan oleh siapa pun yang membutuhkan.

Latar belakang pendidikan pesantren IMMIM membangun jiwa sosial seorang Mappinawang. Pada 1990-an, ia kemudian memutuskan untuk menimba ilmu di Sarjana Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) dan melanjutkan garis hidupnya sebagai pengacara.

BacaJuga

Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Akan Dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta

Unpaid Internship, Benarkah Memicu Eksploitasi SDM?

Selama perjalanan kariernya, pria kelahiran Pinrang itu selalu membantu masyarakat terpinggirkan tanpa mengharapkan imbalan apapun. “Kalaupun misalkan dibayar, kadang saya lihat ada yang bawa dari kampung, bawa sayur, bawa ubi,” kenang Amiruddin Baso, sepupu Mappinawang saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Rabu (03/04).

Kepedulian yang Mappinawang tanamkan membawa dirinya dinobatkan sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar sejak 1997. Selama berkiprah, ia banyak memperjuangkan hak masyarakat yang tertindas oleh kebijakan pemerintah. Misalnya, pada sebuah kasus di Bira, Bulukumba, Mappinawang menjadi garda terdepan membela masyarakat ketika lokasi pemukiman dijadikan objek wisata oleh pemerintah.

Selain itu, Mappinawang juga tercatat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan 2004-2009 dan menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Dirinya tercatat sebagai ketua terlama yang dipilih berturut-turut dengan periode terakhirnya pada 2022-2026.

Kehadiran Mappinawang membawa paradigma baru bagi IAPIM. Ia berupaya menghimpun kembali seluruh alumni dan mengubah orientasi organisasi dari sekadar ajang berkumpul, menjadi wadah yang lebih fungsional. Hal tersebut menjadi salah satu usaha berbekas bagi para alumni IAPIM.

Sementara itu, bagi rekan kerjanya, Mappinawang memiliki keahlian luar biasa dalam meramu kepentingan yang berbeda, sehingga keputusannya selalu memuaskan semua pihak. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal tegas, tetapi juga tentang mengelola perbedaan dan menciptakan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

“Ada keterampilannya Kak Mappi itu, meramu keputusan sehingga tidak ada orang yang kecewa,” ungkap Prof Dr H. Muhammad Shuhufi MAg, Sekretaris Umum IAPIM melalui telepon, Jumat (28/03).

Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi sekretariat organisasi, berbincang dengan anggota, dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kecil. Ada salah satu pendekatan yang digunakan olehnya dalam berdiskusi dan memecahkan masalah, yaitu dengan kata “Ayo Mendomi” (main domino). 

“Di tengah permainan, Kak Mappi akan dengan cerdik menyisipkan ide-ide, masukan, dan arahan penting tanpa terasa seperti sedang rapat serius. Karena kalau dipanggil rapat, banyak alasan, tetapi kalau dipanggil Mendomi jadi rajin semua,” beber Prof Shuhufi yang bernostalgia sambil tertawa.

Mappinawang juga mengajarkan filosofi dalam mengelola organisasi dan menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap dinamika. Kunci menghindari kekecewaan dalam berorganisasi, yaitu tidak mematok “harga mati” atau bersikap terlalu kaku pada keinginan pribadi. Seperti merasa harus menjadi ketua, ide kita harus diterima, atau segala sesuatunya harus sesuai dengan kehendak kita. 

“Ikuti dinamika, jangan khianati dinamika, dan taati keputusan dari dinamika. Terakhir, ikut dinamikanya, jangan lawan dinamika, kau lawan sunnatullah itu namanya,” ujar Prof Shuhufi mengulangi ucapan Mappinawang sebulan sebelum ia meninggal dunia.

Selain dari gaya kepemimpinannya yang unik, cara bicaranya juga hemat dan penuh makna. Tidak heran jika berkomunikasi, Mappinawang terlihat tenang dan tidak pernah membentak atau menunjukkan emosi berlebihan, karena pada dasarnya ia merupakan seorang pengacara.  

Mappinawang dikabarkan tutup usia pada Selasa, 28 Januari 2025 di usia 61 tahun. Saat itu, ia tengah menghadiri acara pra-family gathering di Malino bersama keluarganya.

Pagi itu, sekitar pukul 03.00, ia bangun untuk melaksanakan salat tahajud. Dengan penuh perhatian, ia membangunkan seluruh keluarga untuk melaksanakan salat subuh berjamaah yang dipimpin sebagai imam. 

Setelah salat subuh dan mengaji bersama keluarga, Mappinawang masuk ke kamarnya. Namun, beberapa saat kemudian, ia ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi tengkurap di atas tempat tidur sekitar pukul 07.00 WITA. 

“Daeng Mappi juga memiliki riwayat penyakit jantung. Setelah kejadian pagi itu, beliau tidak dibawah ke Rumah Sakit melainkan langsung dibawah ke rumah duka di Makassar,” lanjut Amiruddin Baso.

Ratusan karangan bunga datang dari berbagai pihak sebagai tanda penghargaan dan penghormatan terhadap Mappinawang. Bunga-bunga tersebut mencerminkan betapa besar pengaruh serta rasa hormat yang diberikan oleh masyarakat terhadap sosoknya. Mappinawang meninggalkan warisan berupa nilai-nilai kepemimpinan, kerendahan hati, empati, dan religiusitas yang mendalam.

 

Ismail Basri

 

Tags: Alumni Hukum UnhasH Andi Mappinawang SH MHKetua KPU Sulselpesantren IMMIM
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

Pertamuda Buka Kesempatan Generasi Muda Kuasai Seni Presentasi ke Investor Dalam Workshop Series

Next Post

Kobaran Api Membara di Kota Daeng

TRENDING

Liputan Khusus

Pemdes Bonto Karaeng Dukung Program Pengabdian Mahasiswa KKN-T Unhas

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In