Suasana di tepi Danau Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi penuh warna. Pohon-pohon di tepiannya dibalut kain lipa’ sabbe, sarung tradisional suku Bugis, yang secara simbolis menandai dimulainya perayaan Maulid Nabi di Kampus Merah.
Konsep Maulid Nabi pada tahun ini diilhami dari tradisi Maudu Lompoa yang berasal dari Takalar. Rakit-rakit bambu yang dihias dengan kain warna-warni menambah keindahan di tepi Danau Unhas.

Usai acara fun walk, civitas academica dan masyarakat dengan sukacita memadati Gedung Ipteks dan tepi Danau Unhas untuk menyambut helatan maulid itu. Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Dies Natalis ke-69 Unhas.
Semarak perayaan semakin terasa dengan tarian Madduppa Pamase oleh puluhan penari. Rangkaian acara berlanjut dengan ceramah, doa bersama, dan lomba menghias kaddo minyak, sajian nasi ketan dengan hiasan khusus untuk perayaan Maulid.


Momen yang paling dinantikan adalah saat masyarakat merebut telur dan kaddo minyak yang telah dihias di penghujung acara. Perayaan ini menyertai harapan kepada alumni dan civitas academica Unhas agar menjadi insan bermanfaat bagi bangsa dan negara.



Foto dan Naskah: Adrian
