Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) selenggarakan International Conference of Linguistics and Cultural Studies 6 (ICLC-6) dengan tema “Multidisciplinary Perspectives on Language, Literature, Culture, and Teaching: Challenges and Innovations”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof Mattulada, Rabu (12/11).
Seminar menghadirkan akademisi dari berbagai negara, salah satunya Eguchi Maki MA PhD dari University of Tsukuba, Jepang.
Dalam pemaparannya, Eguchi membahas penerapan ecocriticism atau kajian ekokritik dalam sastra modern Jepang melalui karya penulis Ariyoshi Sawako. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini menyoroti hubungan antara sastra, sains, dan isu lingkungan.
“Ekokritik muncul dari kesadaran terhadap krisis ekologis sejak 1970-an dan berkembang sebagai bidang akademik yang menjembatani ilmu lingkungan dan kajian budaya,” jelasnya.
Ia mencontohkan novel The Compound Solution ciptaan Ariyoshi yang menggambarkan dampak polusi industri terhadap tubuh manusia dan kehidupan sosial. Menurutnya, karya tersebut memperlihatkan bagaimana sastra dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan isu ilmiah dan ekologis kepada publik.
“Ariyoshi menggunakan narasi dan karakter perempuan untuk mengkomunikasikan sains secara empatik, sesuatu yang masih relevan hingga kini,” ujarnya.
Di akhir, Eguchi menutup pembahasan dengan ajakan agar penelitian lintas disiplin terus dikembangkan, khususnya antara bidang sastra dan ilmu lingkungan. Ia menilai bahwa kerja sama akademik antarnegara dapat memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim serta keberlanjutan.
A Annida Mukaddas
