Tim Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggagas inovasi Megapolis Water Sensitive, sebuah solusi berbasis alam dengan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mengatasi krisis air bersih dan banjir di perkotaan. Karya ini diwujudkan dalam bentuk video dokumenter yang telah rampung pada Jumat (17/10).
Inovasi tersebut mengusung konsep Low Impact Development Model sebagai bagian dari infrastruktur hijau yang terintegrasi dengan sistem drainase cerdas. Pendekatan ini bertujuan menciptakan pengelolaan air yang adaptif terhadap perubahan iklim di kawasan perkotaan.
Ketua tim, Muh Azriel Anantha AM. menjelaskan bahwa video dokumenter dipilih agar pesan dari inovasi ini dapat tersampaikan secara visual dan empatik. “Kami ingin penonton melihat dan merasakan langsung kesulitan warga yang menghadapi krisis air dan banjir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Azriel menambahkan bahwa keterpaduan antara solusi berbasis alam dan teknologi merupakan hal yang membedakan ide ini dari inovasi lain. Kolaborasi dua pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat bersinergi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Pemilihan lokasi pengambilan video didasarkan pada wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih dan banjir setiap tahunnya, yaitu Kampung Buloa yang mengalami krisis air bersih selama kurang lebih 20 tahun, serta Kelurahan Antang yang berstatus sebagai kawasan rawan banjir. Keduanya berada di Kota Makassar.
Tim Megasense yang terlibat dalam solusi ini beranggotakan Nofriyen Destini, Muh. Naufal Fahri Salim, Muh. Fadhel Perdana, dan Mujahidul Khaer Tauhiq, dengan dosen pembimbing Dr. Sri Aliah Ekawati, S.T., M.T. Mereka menargetkan penerapan gagasan ini dalam waktu 4 tahun 6 bulan, mencakup tahap perencanaan, pembangunan, dan evaluasi.
“Melalui dokumenter ini, kami ingin mengingatkan pentingnya mengelola air dengan memanfaatkan kembali peran alam,” tutupnya.
Azriel juga berharap karya ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengambil kebijakan untuk membangun kota yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan kota-kota di Indonesia perlu lebih memperhatikan dampak lingkungan yang nyata adanya.
Nurenci Ananda Pasaribu
