Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) memaparkan rencana pengabdian melalui Seminar Program Kerja (Proker) yang digelar di Aula Kantor Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Senin (05/01).
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua program kelompok dan tujuh program individu. Program kelompok yang menjadi fokus utama yakni “Pemberdayaan Tanaman Tomat” melalui pengolahan saus tomat untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen warga serta program “Bonto Tallasa Terang”.
Sementara itu, program individu meliputi pembuatan website profil desa, inovasi briket dari limbah cangkang kemiri (KEMIRIKET), penyusunan peta Sistem Informasi Geografis (SIG), sosialisasi hak dan kewajiban anak, budidaya maggot untuk pengolahan limbah, serta program edukasi pengendalian hama tikus.
Ketua Karang Taruna Sipakatutu Desa Bonto Tallasa, Jafar, memberikan apresiasi terhadap program-program tersebut. Menurutnya, inovasi yang dibawa mahasiswa merupakan hal baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya di desanya.
“Selama ini cangkang kemiri hanya dibuang atau dijual dengan harga yang sangat murah. Selain itu, keberadaan website desa ini sangat penting karena jika dicari melalui Google, yang muncul selama ini adalah Bonto Tallasa di Maros. Dengan program kerja ini, Desa Bonto Tallasa di Bantaeng akhirnya bisa lebih dikenal,” ujar Jafar.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Bonto Tallasa, Muhammad Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa setiap program kerja telah dirancang untuk memberikan solusi yang tepat guna. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.
“Fokus kami adalah membantu warga melihat peluang dari apa yang selama ini dianggap sebagai sampah. Kami berharap seluruh program ini dapat berjalan beriringan dengan dukungan aktif masyarakat,” jelas mahasiswa Fakultas Teknik tersebut.
Rika Sartika
