Science Research Group (SRG) Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Workshop and Training “Bukan Riset Biasa, Menggabungkan Kecerdasan Manusia dan Al Dalam Hal IImiah”. Acara ini berlangsung di CSA Building, Lecture Theater 1 Unhas, Jumat (13/06).
Workshop ini menghadirkan mahasiswa Informatika Unhas angkatan 21, Faysa Ryestitha Etsuko sebagai pemateri. Ia menjelaskan AI sudah sangat melekat terhadap kehidupan, dengan integrasi langsung pada perangkat elektronik yang digunakan setiap hari.
“Pasti teman-teman sering berinteraksi dengan handphone dan laptop, tetapi mungkin belum sadar kalau di dalam device tersebut banyak sekali yang terintegrasi dengan AI, baik itu aplikasi atau sistemnya,” jelas Fay, sapaan akrabnya.
Ia menuturkan, AI saat ini mampu mengenali dan memilah konten sesuai minat pribadi. AI mengumpulkan data penggunanya yang membuat setiap rekomendasi produk digital terasa relevan, yang membuat rasa nyaman untuk mengonsumsi produk digital.
“Ketika seseorang menyukai topik tertentu, AI akan mengenali pola tersebut dan kembali menampilkan topik serupa pada video berikutnya. Hal ini menciptakan kenyamanan dan mendorong pengguna untuk terus menonton,” ungkapnya
Lebih lanjut, mahasiswa Informatika itu juga memaparkan penggunaan Google Translate, yakni ketika ingin menerjemahkan suatu bahasa maka AI yang bekerja di baliknya. “Itu namanya ada bagian yang disebut Natural Language Processing (NLP) yang dapat menerjemahkan secara otomatis dari satu bahasa ke bahasa lain,” tambahnya.
Terakhir, Fay menegaskan AI berpotensi dapat melampaui kemampuan manusia, apabila manusia tidak terus berkembang dan justru bergantung sepenuhnya pada kemajuan teknologi tersebut.
“Menurut saya pribadi ada kemungkinan AI bisa mengalahkan manusia. Saat itu terjadi jangan salahkan kecerdasan buatan yang terlalu pesat tetapi manusia yang stuck di situ-situ saja,” tutupnya.
Syahrial
