Sobat iden pernah kesal tidak, saat melihat seseorang yang tampak baik-baik saja malah duduk di kursi prioritas kendaraan umum? Atau bahkan, sedang penat-penatnya mengantri kamar mandi mal, kamu malah melihat seseorang yang terlihat biasa-biasa saja justru menggunakan fasilitas khusus difabel?
Eits, jangan keburu berpikir yang tidak-tidak! Karena bisa jadi, seseorang yang tampak baik-baik saja dari luar itu memiliki kondisi yang tidak memungkinkan mereka untuk menggunakan fasilitas umum. Kemungkinan, mereka adalah salah seorang difabel tak tampak (people with hidden disability).
Menurut Kompendium Lupus Indonesia, disabilitas tak tampak adalah kondisi disabilitas yang tidak terlihat secara fisik dari penampilan luar seseorang, namun tetap memengaruhi kemampuan mereka untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini, membuat masyarakat difabel tak tampak harus menghadapi kesulitan dan tantangan, seperti stigma dan diskriminasi, hingga sulit mendapatkan akomodasi karena kurangnya kesadaran publik.
Padahal, hak untuk orang-orang dengan kondisi difabel tak tampak sudah diakui oleh hukum, loh! Hal ini disebutkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (Disabilitas) yang berbunyi:
“Setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.”
Sebagai bentuk meningkatkan kesadaran sesama akan pentingnya hak penyandang disabilitas, berikut rangkuman identitas terkait beberapa kondisi yang termasuk dalam difabel tak tampak.
- Autoimun Sistemik
Dilansir dari Kompendium Lupus Indonesia, kondisi autoimun sistemik merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam kategori disabilitas tak tampak. Dikutip dari ScienceDirect, penyakit autoimun sistemik didefinisikan sebagai sekelompok kondisi autoimun, yang ditandai dengan produksi antibodi spesifik dan reaksi seluler. Aktivitas tubuh inilah yang menyebabkan beragam manifestasi klinis dan temuan laboratorium.
Autoimun sistemik ini meliputi eritematosus sistemik, artritis reumatoid, skleroderma, dan dermatomiositis, dan lain-lain. Kondisi ini mampu menyerang berbagai organ dan jaringan di seluruh tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, dan sistem saraf yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, nyeri dan kaku sendi, ruam kulit, demam ringan, hingga masalah lainnya.
- Gangguan Kesehatan Mental
Disabilitas mental adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki keterbatasan dalam beraktivitas sehari-hari akibat gangguan pada pola pikir, emosi, dan perilaku. Alodokter telah merinci beberapa gangguan kesehatan mental yang termasuk dalam difabel tak tampak. Misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian.
Jadi, disabilitas bukan hanya menyangkut keterbatasan fisik, tetapi juga kondisi mental seseorang. Jangan lupa dicatat, ya, Sobat iden!
- Epilepsi
Menurut Halodoc, penyakit epilepsi adalah kondisi yang dapat memicu seseorang mengalami kejang secara berulang. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah ayan ini bisa menyerang seseorang ketika terjadi kerusakan atau perubahan di dalam otak. Kondisi ini juga termasuk ke dalam kategori disabilitas tak tampak.
Healthline menganggap, epilepsi tidak termasuk disabilitas medis yang hanya bersoal pada tidak normalnya aktivitas listrik di otak yang memicu kejang, tetapi beberapa orang yang menderitanya mengalami gangguan yang dapat membatasi aktivitas mereka sehari-hari.
- Fibromialgia
Alodokter menyebutkan bahwa fibromialgia adalah penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri di seluruh tubuh, disertai kelelahan dan gangguan tidur. Kondisi ini dapat memicu gangguan kecemasan atau depresi yang kemudian akan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Walaupun beberapa negara telah mengakui kondisi ini sebagai salah satu difabel tak tampak, kondisi fibromyalgia baru dapat dikategorikan sebagai disabilitas, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
- Disleksia
Bagi Sobat iden yang menggemari industri musik Korea, kamu mungkin sudah tahu bahwa ada kondisi disabilitas tak tampak yang dialami salah satu member grup penyanyi wanita asal agensi HYBE, Megas KATSEYE. Yap! Itulah disleksia.
Disleksia adalah salah satu jenis gangguan belajar di mana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Meskipun begitu, kondisi ini tidak memengaruhi kecerdasan penderitanya. Walaupun sulit untuk disembuhkan, disleksia masih dapat diatasi dengan menggunakan metode pembelajaran lain, seperti rekaman suara atau video.
Nah, Sobat iden, itu dia beberapa contoh disabilitas tak tampak yang sering luput dari perhatian. Setiap kondisi punya tantangan tersendiri, baik secara fisik, mental, maupun sosial, meski tidak selalu terlihat dari luar. Memahami keragamannya membantu kita membangun empati, mendorong komunikasi yang lebih sehat, dan menciptakan ruang yang inklusif.
Dengan kesadaran dan dukungan yang tepat, setiap individu dapat menjalani hari dengan lebih percaya diri, berdaya, serta dihargai. Dunia jadi lebih ramah ketika kita memilih untuk melihat lebih dalam, bukan sekadar menilai dari apa yang tampak.
Andi Annida Mukaddas
