Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia melaksanakan Diseminasi Modul Good Agricultural Practices (GAP) dan Training of Trainer (ToT) bagi petani kopi di Desa Tobalu, Kabupaten Enrekang, Selasa (30/12).
Agenda ini menjadi penutup program pendampingan petani kopi yang telah berlangsung selama lima bulan sejak Agustus lalu. Pendampingan dilakukan secara intensif kepada 15 petani kopi terpilih di Desa Tobalu, dengan fokus pada penerapan praktik budidaya kopi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Adapun tim Unhas yang terlibat, yakni Muh. Taufik Saputra SP MSc, Andi Zulkarnaim Sumang SP MLing, Muh. Aslam Anwar SP MLing, dan Muh. Ilham Wijaya STrp. Acara ToT diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari petani kopi dampingan maupun masyarakat umum.
Materi pelatihan dibawakan oleh Dosen Fakultas Vokasi Unhas, Ariella Ramadhani Putri SP Msi yang memberikan pembekalan kepada petani untuk menjadi peer educator atau pendidik sebaya dalam komunitasnya.
Modul GAP yang disusun selama program juga secara resmi diseminasi kepada peserta, sebagai bahan belajar yang aplikatif dan kontekstual dengan kondisi geografis Desa Tobalu.
Kepala Dusun Buangin, Saruddin, yang turut membuka acara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini.
“Kegiatan pendampingan sangat signifikan meningkatkan antusias masyarakat Desa Tobalu untuk kembali ke kebun dan merawat tanaman kopinya,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani dampingan tidak hanya mampu menerapkan praktik pertanian yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan kepada petani lainnya.
Rika Sartika
