Pusat Pengembangan Kebijakan Publik (P2KP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Akhir Grand Desain Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Sabtu (27/12).
Seminar yang berlangsung di Hotel Vega, Sorong, dihadiri Tim peneliti P2KP LPPM Unhas dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tambrauw. Kegiatan ini merupakan tahap finalisasi dari rangkaian kajian hasil kerja sama Unhas dengan Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang).
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tambrauw, Mousche Woria, menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi prospektif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga karakternya sebagai kabupaten konservatif. Konsep pembangunan daerah ini telah dibicarakan sejak sepuluh tahun lalu. Tidak sedikit pula gagasan inovatif dihasilkan, akan tetapi masih lambat dalam proses pengimplementasiannya.
“Maka dengan kajian bersama Unhas, kita berharap ada fase untuk memonitor implementasinya,” ujarnya.
Kepala P2KP LPPM Unhas, Dr Sultan Syakib, menyatakan bahwa kajian ini menggunakan pendekatan perencanaan pembangunan berbasis masyarakat dengan menempatkan visi Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi dalam setiap analisis.
“Kami memetakan wilayah Tambrauw dalam enam pusat pengembangan, yaitu pertanian dan perkebunan, peternakan, industri perikanan terpadu, industri kepariwisataan, jasa lingkungan di wilayah konservasi, serta layanan publik dan jasa pemerintahan,” jelasnya.
Diskusi yang dipandu Dr Ilham Alimuddin, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, menghasilkan sejumlah masukan penting. Kepala Dinas Pariwisata Tambrauw, Abraham Mayor, menyoroti potensi penyu belimbing terbesar di dunia yang belum dikenal luas.
“Perlu dijajaki kemungkinan untuk menempatkan pariwisata Tambrauw sebagai subsistem dalam ekosistem pariwisata Raja Ampat yang sudah sangat populer,” tuturnya.
Mousche menambahkan pentingnya optimalisasi distribusi data dan informasi tentang Tambrauw melalui internet untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Afifah Khairunnisa
