Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (05/01).
Koordinator Posko KKN-T, Muhammad Roihan Hidayat, mengatakan bahwa seluruh program kerja yang dirancang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami menyusun program ini bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban KKN, tetapi untuk meninggalkan sistem yang dapat diteruskan oleh masyarakat,” ujar Roihan.
Kegiatan ini menjadi momentum pemaparan strategi tim SIPAKARIO Green Impact Team dalam menjawab berbagai permasalahan lokal melalui pendekatan lintas disiplin ilmu.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim KKN-T menemukan sejumlah isu mendesak, khususnya terkait manajemen kebersihan lingkungan dan pendataan desa. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa meluncurkan program kerja bersama bertajuk SIPAKARIO ECO-ACTION.
Program ini dirancang sebagai sinergi partisipatif yang menggabungkan edukasi penyadaran lingkungan, aksi gotong royong pembersihan drainase yang tersumbat, serta pelatihan inovasi pengolahan limbah menjadi tempat sampah fungsional bagi masyarakat.
Mahasiswa juga memaparkan sejumlah program individu secara komprehensif. Di sektor lingkungan dan mitigasi bencana akan dilakukan pemetaan wilayah rawan banjir sebagai upaya mitigasi berbasis data spasial.
Upaya pelestarian lingkungan turut diperkuat melalui program Hijaukan Sekolah Kita yang bertujuan menanamkan karakter cinta lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Sementara itu, program SIRUMAH HIJAU dicanangkan sebagai pembinaan budidaya tanaman hidroponik untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sempit milik warga.
Di sektor tata kelola pemerintahan dan sosial ekonomi, mahasiswa KKN-T menginisiasi revitalisasi Sistem Informasi Desa (SID) dengan fokus pada validasi data statistik serta digitalisasi monografi kependudukan melalui website kelurahan.
Mahasiswa juga menawarkan solusi manajemen usaha melalui program Sistem Akuntansi Keuangan Untuk Rakyat (SI-AKUR), berupa pelatihan pembukuan sederhana bagi petani dan pelaku UMKM di Kelurahan Lawawoi.
Roihan menambahkan, keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam setiap perencanaan program kerja. “Harapan kami, seluruh program yang dijalankan dapat menjadi warisan positif yang terus dimanfaatkan masyarakat serta memberi dampak jangka panjang bagi Kelurahan Lawawoi,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tersebut.
Rika Sartika
