Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar talkshow Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST). Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof Syukur Abdullah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (18/11).
Kegiatan ini menghadirkan dosen Teknik Sipil Unhas, Prof Ir Sakti Adji Adisasmita MSi MEngSc PhD IPU AER, dosen Teknik Sistem Perkapalan, Dr Taufik Fajar Nugroho ST Msc, dan Strategic Communication Inklusive Stakeholder Engagement Specialist, Luna Vidya sebagai pembicara. Ketiga narasumber itu membahas transportasi dari sudut pandang kebijakan, teknik, dan perilaku pengguna.
Talkshow ini berangkat dari keresahan terkait isu dekarbonisasi di sektor transportasi. Keresahan tersebut ditegaskan oleh perwakilan WRI Indonesia, Andi Putri, yang membuka acara dan mengajak mahasiswa melihat peran diri mereka dalam pengurangan emisi.
“Dekarbonisasi itu tidak bisa dilakukan sendiri. Itu harus kolektif supaya hasilnya signifikan,” ungkap Putri.
Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions (UKPAC) yang mendukung percepatan pengurangan emisi karbon di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kolaborasi ini lahir dari kerja sama pemerintah Inggris dan Indonesia dalam pengembangan transportasi rendah karbon.
FIRST diperkenalkan sebagai program yang memberi jalur bagi mahasiswa untuk menyusun ide transportasi berkelanjutan yang bisa diterapkan di kampus. Peserta diarahkan memahami bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sehari-hari.
“Carbon reduction dan climate change itu bisa dimulai dari diri sendiri,” ujar Putri
Putri juga memaparkan bahwa FIRST tidak hanya menyediakan pembekalan. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan proposal berbasis riset, yang dapat diwujudkan menjadi proyek nyata dan terhubung dalam jejaring UKPAC. Jejaring ini memberi akses pada pakar energi, transportasi, dan lingkungan.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam isu transportasi berkelanjutan. Transportasi tidak hanya soal teknis kendaraan, tetapi juga tata ruang, perilaku masyarakat, dan kebijakan publik yang memengaruhi pola mobilitas.
Melalui diskusi dan presentasi, panitia berharap FIRST dapat menjadi wadah lahirnya gagasan baru dari mahasiswa Unhas. Acara ini menegaskan bahwa langkah kecil di lingkungan kampus dapat membangun kontribusi kolektif menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
Fahry Muhammad
