Universitas Hasanuddin mengadakan Brunch Talk #17 bertema, Peran Muda Mudi dalam Dunia Agraris (Bincang-bincang Fakultas Pertanian Unhas) melalui live streaming Instagram @hasanuddin_univ dan @fakultaspertanian_unhas, Selasa (25/8).
Dalam penyelenggaraanya, Dekan Fakulas Pertanian (Faperta), Prof Dr Ir Baharuddin mengatakan, Faperta memiliki empat program studi S1, yaitu Agroteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, dan Keteknikan Pertanian. “Semua program studi S1 di fakultas pertanian telah terakreditasi A dan internasional” ucapnya.
Ia melanjutkan, sebagai satu fakultas yang memiliki hak paten dan publikasi terbanyak di Unhas, Faperta menjalin berbagai kerja sama dengan instansi dan lembaga pemerintah maupun swasta. Sedangkan untuk sistem pembelajaran, Faperta menyiapkan banyak fasilitas, diantaranya, dua puluh kelas, dua puluh lima laboratorium, Teaching Industry, Teaching Farm, Experimental Farm dan lainnya.
“Kami selalu berusaha memaksimalkan pembekalan ilmu dan teknologi di bidang pertanian. Di samping itu, mahasiswa juga dibekali dengan kiat-kiat manajemen sosial agar dapat memudahkan penerapannya di masyarakat” lanjut Bahar.
Pria kelahiran Bone tersebut menuturkan, bidang pertanian merupakan salah satu bidang yang sangat potensial karena amat dibutuhkan dalam penyediaan pangan, sandang, pakan, hingga produksi energi. Ditamba dengan kemajuan teknologi, pertanian dipercaya akan lebih mudah dilakukan.
“Ilmu-ilmu yang ada di bidan pertanian jika diintegrasikan dan dikolabolasikan dengan baik dapat mengubah pertanian konvensional yang masih menggunakan alat tradisonal menjadi pertanian modern yang memanfaatkan ternologi, seperti green house dan traktor yang dapat dikendalikan dari jauh,” tuturnya.
Diakhir penyampaianya, Bahar mengutip teori ilmuan Charles Darwin. “Bukan orang pintar atau orang yang punya kekuatan yang akan sukses, akan tetapi orang yang adaptif dengan lingkungannya. Kita harus bisa membangun kerja sama untuk memajukan pertanian Indonesia” tutupnya.
M118