Sabtu, 10 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
identitas
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah
No Result
View All Result
identitas
No Result
View All Result
Home Jeklang Wansus

Dibalik Penemuan Kerangka Manusia Purba di Maros

12 Oktober 2021
in Wansus
Dibalik Penemuan Kerangka Manusia Purba di Maros

Prof Dr Akin Duli MA, foto : Nur Ainun Afiah

Editor Arisal

Penemuan manusia purba di Maros merupakan penelitian Unhas yang masuk ke publikasi Nature. Kerangka manusia dengan nama Besse ini, berasal dari bahasa bugis yang bermakna kultural sebagai gadis yang baik, dan sopan. Selain itu, Besse berjenis kelamin perempuan berumur 18 tahun.

Besse ditemukan dalam keadaan jongkok seperti dalam kandungan bayi. Di sekitarnya disusun batu dan terdapat alat mata panah, alat menyerut, alat untuk berburu, dan tulang sisa makanan. Hal ini menunjukkan manusia pada zaman itu sudah memiliki kepercayaan penguburan.

BacaJuga

Unpaid Internship, Benarkah Memicu Eksploitasi SDM?

Koperasi Merah Putih, Mampukah Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa?

Lantas, bagaimana cerita tim peneliti menemukan manusia purba ini? Berikut kutipan wawancara khusus reporter identitas, Nur Ainun Afiah dengan pimpinan proyek, Prof Dr Akin Duli MA di ruang dekanat Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Senin (13/9).

Bagaimana awal ditemukan kerangka manusia purba ini?

Proyek penggalian arkeologi dilakukan selama tiga minggu, sekitar Juni-Juli pada 2015. Lokasi penemuannya agak dalam dan sulit untuk digali. Namun, karena naluri pengalaman yang banyak meneliti kuburan sehingga Besse dapat ditemukan. Tetapi kami terhenti ketika ingin mengangkat kerangka ini, lantaran membutuhkan peralatan pendukung dan biaya yang besar. Maka penggalian sempat kita tutup dengan prosedur ilmiah untuk rencana penelitian selanjutnya. Baru pada 2017, kita melanjutkan penelitian ini.

Siapa-siapa saja yang terlibat?

Unhas bekerja sama dengan Universitas Sains Malaysia, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Universitas Griffith Australia, dan Jerman. Masing-masing membantu dalam hal peralatan, dana, dan ahli.

Untuk tahap awal dan sampai pada analisis DNA berapa dana yang digunakan?

Selain membutuhkan teknologi yang tinggi, kami juga membutuhkan ahli, tentunya itu butuh biaya yang besar. Anggaran awal dengan Malaysia kurang lebih 70 juta, lalu untuk pengangkatan kerangka manusia atau Besse kami mendapatkan bantuan 50 juta dari Unhas. Kemudian anggaran analisis di laboratorium sekitar 300 juta.

Sebelum ditemukan apakah ada penelitian lain?

Penelitian ini dilakukan melalui morfologi tipografi dan temuan sebelumnya, seperti lukisan yang berumur 40.000 tahun yang menunjukkan gua itu dihuni manusia di masa lampau. Untuk mengetahui penghuninya atau pembuat lukisan di dinding gua tersebut, telah banyak peneliti lain yang mencoba mencari tahu. Namun, belum ada sepenuhnya yang menemukan kerangka manusia yang lengkap. Nah, tim kita yang temukan secara lengkap.

Setelah penemuan ini, apa langkah selanjutnya?

Sebagai akademisi hasil penelitian ini sangat memuaskan dan membawa sebuah temuan baru khususnya kehadiran manusia di Sulawesi Selatan pada masa lampau dan bisa memberikan sumbangan baru pada penulisan sejarah kebudayaan kita. Terutama ras nenek moyang yang selama ini diyakini hanya dua ras ternyata tiga ras. Mungkin ke depannya, bisa saja ada ras lain.

Apakah penelitian ini dapat merubah catatan sejarah?

Di Sulawesi nenek moyang kita berasal dari Ras Austromelanesoid dan Ras Mongoloid. Ras Austromelanesoid menurunkan langsung orang Irian dan orang Aborigin di Australia yang terdapat di dalam darah beberapa persen. Sedangkan Ras Mongoloid sekitar 80 persen. Besse bukan keduanya, ia sangat dekat dengan Ras Denisovan yang sama dengan penduduk asli Australia dan DNA orang Melanesia. Ini membuktikan nenek moyang kita memiliki tiga ras, yaitu Ras Austromelanesoid, Ras Mongoloid, dan Ras Denisovan.

Setelah penemuan Besse apakah ada penelitian lebih lanjut?

Berdasarkan penelitian orang Jerman di Maros, mengatakan 30.000 tahun lalu sudah ada padi-padian di Sulawesi, maka ini perlu juga diteliti apakah Besse sudah mengenal padi. Kemudian, kami juga perlu penelitian kalau orang Bugis-Makassar secara etnik juga beragam. Namun saat ini, kami meneliti penyakitnya yang sampai sekarang analisis tentang ini belum di dapat.

Nur Ainun Afiah

Tags: ArkeologiBesseDosen Ilmu Budaya UnhasDosen UnhasPenelitianUnhas
ShareTweetSendShareShare
Previous Post

UKM Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi Satuan 701 Unhas Tekankan Pentingnya Bela Negara

Next Post

Mahasiswa Unhas Bantu Masyarakat Olah Umbi Porang

Discussion about this post

TRENDING

Liputan Khusus

Pemdes Bonto Karaeng Dukung Program Pengabdian Mahasiswa KKN-T Unhas

Ketika Kata Tak Sampai, Tembok Jadi Suara

Membaca Suara Mahasiswa dari Tembok

Eksibisionisme Hantui Ruang Belajar

Peran Kampus Cegah Eksibisionisme

Jantung Intelektual yang Termakan Usia

ADVERTISEMENT
Tweets by @IdentitasUnhas
Ikuti kami di:
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Dailymotion
  • Disclaimer
  • Kirimkan Karyamu
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
© 2026 - identitas Unhas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
  • Home
  • Ulasan
    • Civitas
    • Kampusiana
    • Kronik
    • Rampai
    • Editorial
  • Figur
    • Jeklang
    • Biografi
    • Wansus
    • Lintas
  • Bundel
  • Ipteks
  • Sastra
    • Cerpen
    • Resensi
    • Puisi
  • Tips
  • Opini
    • Cermin
    • Dari Pembaca
    • Renungan
  • identitas English
  • Infografis
    • Quote
    • Tau Jaki’?
    • Desain Banner
    • Komik
  • Potret
    • Video
    • Advertorial
  • Majalah

Copyright © 2012 - 2024, identitas Unhas - by Rumah Host.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In