Rapalanmu sudah lama menjadi tua
Sesederhana kita yang tak pernah diizinkan Tuhan untuk menuai kasih
Aku menjaga dan terus menjaga apa yang sebenarnya sudah hilang
Aku mengira dan terus mengira apa yang seharusnya tidak pernah kembali
Kalau katanya dunia lebih kejam, aku tidak percaya
Sebab yang kutahu, pergi tanpa bertanya aku siap atau tidak adalah yang paling kejam
Yang paling menyedihkan ibarat manusia setengah berkelana
Namun…
Izinkan aku menjadi yang dahayu di matamu
Melekat di dekap yang tak pamrih melepas
Izinkan aku menjadi yang hidup di setiap tangismu
Melekat di dekap yang tak sementara
Aku ingin menjadi padika di setiap puisi-puisiku
Melantunkan syahdu di telingamu dengan bisik pelan yang menenangkan
Bait dirimu selalu kurekap di lamunan dengan seluruh impresiku
Aku berkenan menuai atma yang abadi denganmu
Aku berkenan menuai yang hilang dicari bersamamu
Dan pada penghujung kisah ini, izinkan aku abadi dalam sukmamu.
Penulis: Izzatul Qaulan Nissa
Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Angkatan 2022